Bertamu ke Museum POLRI

Hari Rabu kemarin,tepatnya tanggal 24 Februari,sembari memanfaatkan sisa liburan semester,saya sempatkan diri bersama kawan saya,Adi untuk bertamu ke sebuah museum yang berbeda dari biasanya.Yap,kita ke Museum POLRI.Lho...kok,jangan heran begitu,emang bener kan?Ya langsung to the point aja lah ya.Museum ini masih terletak di komplek Mabes POLRI di kawasan Jl Trunojoyo,No.3 ,Kebayoran Baru,Jakarta Selatan.


Museum ini memuat beberapa catatan sejarah kepolisian di Indonesia,mulai dari pembentukannya hingga hal-hal unik dan otentik yang mewarnai kepolisian Indonesia.Nah sebelum masuk,saya dan Adi diharuskan menitipkan barang bawaan ke loker plus menitipkan identitas diri,seperti KTP,SIM,atau tanda pengenal lainnya(asal jangan kartu berobat).Museum ini terdiri atas tiga lantai,lantai pertama yaitu diorama sejarah,foto-foto sejarah pembentukan POLRI,aneka senjata,kendaraan dinas,alat-alat pengungkapan kasus kriminal,hingga kartu sidik jari.

Tameng pelindung,BTW jadi ingat film India kalau ada scene kerusuhan

Lie Detector,alat pengetes kebohongan pelaku kejahatan

Kamera tersembunyi tempo dulu

Alat penyadap pembicaraan,boleh juga kalau buat ngupingin gosip

Alat pengambil sidik jari

Kartu sidik jari,tapi kok ada yang pas sama jari saya ya..?

Kamera jadul.Yang sebelah kiri jadi ingat tukang foto di Monas dan Ragunan waktu kecil

Sepeda Ontel.

Harley Davidson tempo dulu,kecepatan maksimalnya masih 120 km/jam

Entah apa mereknya,sumpah keren banget

Radio Transmitter dan Telepon Punggung,dulu mah belum ada Handphone

Diorama peristiwa Surabaya

Diorama pemisahan POLRI dari ABRI tahun 1999

Pedang

Aneka senapan

Pelontar granat

Gak tahu lagi ini namanya apa,tapi menarik juga buat difoto

Setelah dari ruangan yang dimaksud tiba saatnya masuk Hall Of Fame,dimana ruangan ini memuat daftar Kapolri dari masa ke masa,plus beberapa koleksi peninggalannya.
Deretan pimpinan Kepolisian Republik Indonesia dari dulu hingga sekarang

Baju milik bapak Mohammad Hasan,Kapolri tahun 1971-1974

Topi milik beliau,kalau tidak salah

Tongkat Komando
Kata-kata Mutiara dari Pak Hoegeng


Lanjut ke lantai dua,ada beberapa koleksi menarik dan beberapa feature yang menarik,mulai dari tanda pangkat dari masa ke masa hingga robot penjinak bom yang dibuat dengan kerjasama oleh Universitas Indonesia.Selain itu,di lantai dua terdapat Kids Corner.Ya,berhubung sudah besar,nggak mungkin bagi saya untuk main disitu.

Ransum milik Kepolisian.Boleh juga untuk anak kost,hehehee

Aneka Baret

Tanda Kepangkatan Polisi tempo dulu


Tanda Kepangkatan Bintara hingga Perwira Pertama sekarang

Tansa kepangkatan Perwira Menengah hingga Tinggi sekarang

Topi Para Polisi dari tingkat Bintara hingga Perwira Tinggi

Alat Pengungkapan Kasus Pembunuhan di TKP.Hmmm...jadi ingat Detektif Conan

Alat penerangan TKP

Alat pengungkapan kasus pembunuhan di TKP,lagi lagi keingat Detektif Conan

Ini dia si robot penjinak bom buatan Universitas Indonesia
 
Seragam Loreng khas Brimob tempo dulu,sekarang ada versi barunya



Sketsa Wajah Pelaku Kejahatan
Ini dia saksi utama peristiwa G-30-S PKI,beliau sudah wafat tahun 2007 

Inilah bapak pendiri Brimob yang terkenal dengan slogan Pelopor,Bapak Mohammad Jasin
Seragam kepolisian yang bertugas di PBB dalam misi perdamaian dunia

Sedikit info aja mengenai Bapak Sukitman,beliaulah yang sempat menghadang para pelaku G-30-S PKI,namun beliau ikut diculik dan dibawa oleh pelaku,beruntung beliau bisa selamat.Sayangnya,rekan sejawatnya,yaitu Aipda K.S Tubun malah tewas ditangan para pelaku G-30-S PKI.Lanjut ke lantai tiga,disana ada beberapa pameran serpihan bom dan rekaman foto peristiwa teror bom yang sempat menguncang tanah air,selain itu ada beberapa display pakaian yang biasa dipakai oleh para taruna Akademi Kepolisian,serta beberapa gambaran tes fisik calon anggota kepolisian plus display mengenai Korps Brimob.Di lantai tiga ini saya hanya menangkap beberapa gambar saja.

Barang Bukti milik Imam Samudera,pelaku Bom Bali 1

Serpihan Bom Bali 1

Serpihan Bom JW Marriot

Serpihan Bom Bali 2

Serpihan Bom Malang dalam penggerebekan Dr Azhari,kacamatanya masih nempel jelas 









Secara keseluruhan Museum ini nampak menampilkan sesuatu yang lain dari biasanya,meski demikian promosi terhadap museum ini harus lebih digalakkan lagi,agar banyak pengunjung yang dapat memahami sejarah kepolisian di Indonesia.Nah,berikut ini adalah foto-foto saya selama di dalam museum, kalau yang tadi cuma foto koleksinya aja.

Wah ada layangan nyangkut,hahaha

Harus pas nih ngebidiknya


With Inspector Vijay,hehehee,jadi ingat seragam film Polisi India

Berasa jadi tukang siomay


Inti dari kunjungan ini,jangan sekali-kali melupakan sejarah.Okehhh....!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mlaku-Mlaku di Singapura dan Malaysia (bagian 1)

Mengambil Pelajaran dari Kasus Brigadir Josua