Mlaku-Mlaku di Singapura dan Malaysia (bagian 1)
Pengalaman pertama naik pesawat,yah seperti ini rasanya,senang bercampur ndeso
Tapi jujur aja nih,rasa senang saya ini bercampur kalut dengan sifat kendesoan saya terhadap alat transportasi.Dulu pernah mabok gara-gara AC mobil,sekarang hal itu terjadi ketika saya naik pesawat.Nah,saya ke Singapura dan Malaysia ini adalah suatu acara study banding dari pihak kampus saya,jadinya jalan-jalan sambil belajar gitu deh
Anyway,waktu pesawat lepas landas,perut saya rasanya kekocok plus rada mual dikit,maklum baru pertama kali naik pesawat (dasar ndeso).Yah,gak apa-apa lah.Lebih baik ngaku ndeso daripada sok-sok'an bergaya perlente tapi gak bisa sesuaikan diri.
Perjalanan udara cukup singkat dari Bandara Inernasional Soekarno Hatta di Cengkareng sana ke Changi International Airport,Singapura,cuma satu jam.Sehabis turun dari pesawat,
tibalah pemeriksaan di bandara.Hampir semua pegawai bandara tersebut pakai bahasa Inggris,jarang sekali terdengar bahasa Melayu.Syukurlah petugas yang memeriksa saya bisa berbahasa Melayu,meski orang keturunan India.Terima kasih,lah,Bang....
Alhamdulillah,tiiba di Singapura dengan selamat sentosa
Selama pemeriksaan itu juga,semua yang ada logamnya plus handphone dilepas,termasuk cincin akik.Topi pun juga dilepas.Sehabis pemeriksaan,tibalah pengecekan dokumen paspor.Saya sendiri ketika pemeriksaan paspor merasa agak asing.Gimana enggak,mbok ya sederet isine wong India kabeh,jadinya bukan kayak di Singapura.
Nah sehabis pemeriksaan serta ambil koper,waktunya city tour sekaligus mengunjungi tempat yang dituju,yakni Supreme Court(semacam Mahkamah Agung Singapura) dan Parliament House(semacam gedung DPRnya Singapura).Selama city tour itu,tour guide mengenalkan saya dan rombongan dengan asal usul Singapura.Selama itu juga,saya melihat sekeliling kota Singapura.
Suasana Jalanan di Singapura
Kagak ada rumah petak,adanya rumah susun
Biar banyak gedung dan rumah susun,penghijauan tetap diutamakan
Akhirnya lihat motor juga,maklum kebanyakan mobil di Singapura
Raffles Hotel,salah satu hotel tua di Singapura
Suasana jalan dekat Orchard Road,tempat belanja yang udah kesohor di Singapura
Sebelum ke tempat tujuan,saya beserta rombongan saparan pagi dulu di sebuah mall dekat Supreme Court.Jujur aja,di Singapura saya agak kurang berselera makan.Gimana nggak,sebagian besar penduduk Singapura adalah etnis Cina dan yang saya khawatirkan ialah makanan yang disajikan adalah makanan non halal.Alhamdulillah,kekhawatiran saya berkurang,karena sebelum perjalanan,saya mencari info makanan halal di Singapura.Sebagian besar rombongan makan di KFC,sedangkan saya sendiri malah makan sushi(sejenis nasi yang ditambah daging ikan segar,tidak dimasak).
Inilah penampakan sushi yang rasanya cukup enak dan mengenyangkan
Harganya cukup terjangkau,sekitar enam Dollar Singapura plus lima puluh sen buat air minumnya.Pertama kali coba makanan ini rasanya enak juga,tapi yang bikin agak nyesek adalah pelengkapnya yaitu wasabi.Bentuknya pasta hijau,tapi rasanya,hmmmm.....pedes'e ora nahan,nonjok ke hidung.Akhirnya saya pakai kecap asin aja untuk pelengkapnya,sebagai pengganti wasabi.
Setelah rombongan sarapan,semua bergerak menuju Supreme Court.Tapi,mohon maaf,saya gak bisa tampilkan gambar-gambar di dalamnya,karena di dalam Supreme Court,handphone dan kamera serta yang sebangsanya,termasuk makanan,sangat tidak diperkenankan masuk,jadinya harus dititipkan ke tempat khusus.Penjagaannya sangat ketat,dimana-mana ada Polisi.
Oke,saya ceritakan sedikit ya,Supreme Court yang saya kunjungi ini sebenarnya adalah gedung baru.Gedung yang lama sedang mengalami proses pelestarian.Supreme Court ini adalah salah satu gedung pemerintahanyang dipakai untuk melakukan sidang kasus-kasus hukum yang ada di Singapura,khususnya kasus-kasus skala besarSistem hukum yang dipakai disana mengikuti hukum yang ada di Inggris.Secara,Singapura adalah negara bekas jajahan Inggris atau Commonwealth.
Supreme Court adalah salah satu institusi tertinggi di bidang peradlian Singapura.Supreme Court ini membawahi semua pengadilan di Singapura.Nah,setelah kunjungan ke Supreme Court,kunjungan dilanjutkan ke gedung Parliament House(semacam gedung DPRnya Singapura).Kembali lagi,pemeriksaan dilakukan oleh bapak Polisi.Parliament House ini ialah tempat dimana semua wakil rakyat Singapura bersidang membahas undang-undang dan aturan yang berlaku di Singapura.
Kumpulan dokumentasi perjalanan Parliament House Singapura
Gaya yuk,heheheee....
Penampakan luar gedung Parliament House
Sehabis kunjungan ke dua gedung pemerintahan tersebut,tibalah bagi saya dan seluruh rombongan untuk makan siang.Tapi sebelum makan siang,kami city tour lagi,melihat-lihat sisi lain Singapura.Ketika city tour,saya lihat banyak sekali proyek-proyek pembangunan dan pelestarian gedung tua.Kata tour guidenya sih,mau dibuat gedung kesenian.Setelah city tour,akhirnya kami makan juga di sebuah kedai nasi Padang.
Inilah makanan yang saya makan di waktu makan siang.Ayamnya gede banget.
Habis makan siang,saya sempat nukar duit rupiah yang saya bawa ke dollar Singapura.Sehabis nukar duit,waktunya ke tempat tujuan untuk foto-foto,yaitu Merlion Park.Itu loh,yang tamannya ada patung singa badannya ikan.Turis yang berkunjung lumayan banyak.Maklum lah,ada yang bilang belum afhdol kalau ke Singapura belum foto ke tempat ini.
Berpikir sejenak,kapan Indonesia bisa semaju Singapura?
Aduuhhhh....enaknya jadi jomblo,bisa foto sama cewek manapun
Habis foto di Merlion Park,waktu sudah menunjukkan untuk sholat Ashar,jadinya rombongan berhenti sebentar untuk sholat.Sholatnya pun jamak Ashar dengan Zuhur.Saya beserta kawan-kawan sholat di Masijd Muhammad Salleh.Nah,di masjid ini ada salah satu makam.Makam itu nggak lain adalah makam Wali Allah di Singapura.Baru tahu saya,ternyata di Singapura yang sudah modern ini ada makam wali.Wali Allah yang saya maksud adalah Habib Nuh Al Habsyi.Makamnya terletak di atas bukit dekat masjid.
Inilah makam Wali Allah Singapura,Habib Nuh Al Habsyi
Foto dangan latar belakang kubah makam beliau cukup megah
Sedikit cerita dari kawan saya,yaitu Tamam,bahwa dulu makam ini mau dibongkar untuk pembangunan fly over.Namun,konstruksi yang udah dikerjakan itu,bukannya kelar malah roboh terus menerus.Akhirnya makam Habib Nuh Al Habsyi ini gak jadi dibongkar.Sampai sekarang,makam ini jadi tempat ziarah yang cukup ramai dikunjungi.
Habis sholat plus ziarah,perjalanan berlanjut menuju pulau Sentosa tepatnya Universal Studios.Selama perjalanan inilah,kemacetan mulai terjadi.Maklum,kami ke sana tepat pada jam pulang kantor.Yang bikin saya kaget adalah perkataan dari tour guide adalah di pulau Sentosa terdapat tempat judi(waduuhhh,kok iso toh).Universal Studio sendiri adalah wahana permainan keluarga di pulau Sentosa yang bertemakan dunia film.Rombongan cuma mentok depan tugu bola dunia khas Universal Studio.
Kesampaian juga bisa kesini
Setelah dari pulau Sentosa,langsung jalan ke Bugis Street.Sebelumnya,saya sempat mengalami kejadian paling sial.Ketika beli minuman lewat mesin yang pakai koin,minuman kaleng tersebut pembukanya rusak.Jadinya,ya ora iso nginum.Nah,di Bugis Street inilah semua rombongan berbelanja oleh-oleh.Jujur aja,ketika saya kesini,perasaan saya kok jadi kurang bernafsu untuk beli oleh-oleh.Saya hanya beli coklat yang harganya 10 dollar Singapura,tapi tiga kotak bro ditambah beli kebab ayam buat ganjel perut yang harganya 5 dollar Singapura.Akhirnya saya bisa minum juga,setelah penjual kebab itu berbaik hati membukakan kaleng minuman saya dengan pisau,meski sedikit moncrot.
Nah itulah sedikit cerita saya mengenai perjalanan saya di Singapura.Insya Allah di lain kesempatan akan saya lanjutkan cerita Mlaku-Mlaku di Singapura dan Malaysia bagian 2.Jadi,mohon sabar ya.....
Bersambung,bro....... di bagian 2




















Komentar
Posting Komentar