Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Kegiatan yang Cocok buat Mas Bambang Pamungkas Setelah Pensiun Main Bola

Gambar
Siapa sih yang gak kenal mas Bambang Pamungkas alias BEPE? Ya...pemain sepakbola asal Getas,Salatiga,Jawa Tengah ini,akhrinya setelah dua puluh taun bersama si kulit bundar,akhirnya beliau memutuskan untuk purnatugas di Persija Jakarta,tim yang mengambil bakatnya dari Diklat Salatiga yang selanjutnya melambungkan namanya,pada 17 Desember 2019 lalu,setelah bertanding melawan musuh bebuyutan Persebaya Surabaya Nih lho namanya Bambang Pamungkas,kalo sampek gak kenal,ya terserah lah... Hal yang paling sangat umum dan mainstream banget ialah,kalau pemain sepakbola sudah purnatugas alias gantung sepatu,ujug-ujugnya kalau gak jadi pelatih sepakbola pasti selalu wara-wiri di TV jadi komentator pertandingan ( yang jelas ya pertandingan sepakbola,bukan MMA ),atau bahkan lebih memilih menjadi abdi negara alias Pegawai Negeri Sipil,sampai-sampai ada yang buka usaha. Bakilah,mungkin dari sekian profesi yang pantas banget buat beliau setelah sudah sah gantung sepatu inilah yang cukup pan...

Pelajaran dari Mbak Miyabi

Gambar
Mendadak rame warganet terkejut terheran-heran mendegar pernyataan mbak Agnes Monica (sekarang Agnez Mo) yang dalam sebuah wawancara dengan media Amerika Serikat.Dirinya menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki darah Indonesia sama sekali.Ia pun merasa bahwa ia hanya lahir saja di Indonesia dan berdarah Jerman,Jepang dan Cina. Baiklah....kita kesampingkan itu,sekarang fokus kita ialah ke mbak Maria Ozawa atau Miyabi.

Kampungku yang Mulai Berubah

Gambar
Derap langkah pembangunan emang gak bisa dibendung,seperti derasnya air Ciliwung di Bendungan Katulampa kala musim penghujan.Tempat bermain dan kongkow-kongkow masyarakat yang dulunya ikonik dan berkesan,kini berubah menjadi beton-beton dan deret perumahan.Ini juga sudah terjadi disekitaran rumah saya,Kelurahan Srengseng,Jakarta Barat. Zaman masih SD,masih teringat betul,main di kebon singkong sambil bakar singkong yang entah punya siapa itu kebon,dengan lebatnya rimbun pohon bambu yang konon katanya tempat jin buang anak atau kuntilanak bermesraan dengan genderuwo tiap malam Jumat,plus embung yang airnya hijau dan pernah main disitu sampai gatal kulit,kini berubah menjadi pabrik dan pergudangan. Belum lagi kebon depan Musholla,dimana lebatnya pohon melinjo dan pohon pisang,yang tentu menjadi primadona ibu-ibu,karena sering dimanfaatkan daun serta buahnya plus pohon lainnya,termasuk pohon rambutan,sekarang berubah menjadi kost-kostan. Satu-satunya yang masih ada ialah Hutan Kota ...

Catatan atas Aksi Demonstrasi Akhir September 2019

Gambar
Bismillah...akhirnya kembali lagi nulis,tapi ini temanya cukup serius,mengenai Aksi Demonstrasi Mahasiswa dan Pelajar yang berlangsung pada akhir bulan September 2019 di berbagai daerah.Mulai dari daerah hingga ibukota Jakarta yang berpusat di gedung MPR-DPR Senayan. Yang melaksanakan demonstrasi ini bukan hanya satu kampus aja,tapi semua bergerak dan bersatu pada saat itu dengan menyuarakan satu tuntutan,agar beberapa produk perundang-undangan yang rada nyeleneh ditertibkan.Namun yang sangat disayangkan,aksi ini malah banyak yang berkahir anarkis hingga menimbulkan korban jiwa,bahkan timbul beberapa fitnah yang memilukan,seperti adanya penunggangan kelompok tertentu dalam aksi tersebut hingga ambulans yang diisi batu.Yuk mari kita bahas semuanya....

Fase Hidup Mahasiswa

Empat bulan gak nulis,kadang kepikiran juga mau angkat tema apa.Namun berhubung sedang musimnya penerimaan mahasiswa baru,maka saya angkat tema yang tidak jauh-jauh dari itu.Langsung saja yuk.... Selamat datang di Universitas atau orang lebih tahunya sebagai Kampus.Tempat dimana mereka mempelajari disiplin ilmu yang lebih ndalem lagi,tergantung minatnya apa dan mau kemana setelahnya.Nah kalau sudah masuk Kampus,statusnya udah bukan lagi siswa,tapi jadi Mahasiswa,alias di atasnya Siswa Sekolah.Mau nggak mau harus berubah dari segi apa pun.Nah...dalam tulisan kali ini coba kita gali fase-fase kehidupan kampus yang sebenarnya

PEMILU Kok Makan Korban?

Gambar
Pesta Demokrasi seharusnya berakhir harmoni,tanpa ribut sana-sini.Tapi apa yang dipertontonkan jauh dari itu.Wabil khusus pada Pemilihan Presiden,dimana para Calon saling mengklaim kemenangan dan tudingan kecurangan makin menyemarakan hal itu.Untuk soal itu,saya nggak bahas disini,sebab terlalu jenuh dan mumet kalau mikirin itu.

Polisi Bukan Politisi

Gambar
Maaf...judul sengaja sedikit rada tegas,agar kita sedikit kritis di tengah suasana yang lagi panas. Terus terang,sejak moncernya pemberitaan mengenai isu ketidaknetralan Kepolisian Negara Republik Indonesia atau POLRI dalam Pemilu 2019 yang bentar lagi bakal berlangsung,hampir seluruh jagad media sosial menggaungkan persoalan ini.

Ketika Darah Tertumpah di Tempat Suci

Jumat kemarin,15 Maret 2019,mungkin menjadi hari yang cukup kelam bagi umat manusia,terlebih umat Islam sedunia.Bagaimana tidak? Dengan kejinya seseorang menembak secara membabi buta para jamaah sholat Jumat di salah satu masjid di Selandia Baru dan parahnya tidak ada penyesalan sama sekali dari si pelaku,setelah dirinya tertangkap. Kejadian ini mengingatkan saya akan beberapa kejadian serupa,namun berbeda tujuan dan tempat.Masih segar di ingatan saya ketika terjadinya bom bunuh diri di Masjid dalam area markas kepolisian di Cirebon Jawa Barat,beberapa tahun lalu.Pelakunya memang tewas,tetapi misi yang dibawa pelaku ialah "berjihad". Kejadian kedua ialah peristiwa pembunuhan ulama besar di Suriah ketika sedang mengajar di masjid,yaitu Syekh Ramadhan Al-Buthi,dengan sebuah ledakan bom dan berondongan senjata.Saya memang tidak tahu persis bagaimana latar belakang kejadian tersebut,tetapi yang pasti tujuan dari tindakan tersebut adalah "mengingatkan kepada beliau (Syekh...

Valentine Memang Bukan Budaya Kita

Gambar
Lagi kenceng-kencengnya propaganda hari kasih sayang alias Valentine dimana-mana dan gencar juga penolakan Valentine,yang menurut para pengusungnya ialah banyaknya keburukan dalam hari kasih sayang itu.Lantas para pengusung propaganda menolak Valentine sepakat bahwa Valentine bukan budaya bangsa Indonesia. Memang benar juga kata para pengusung penolakan Valentine,dari zaman Kerajaan Samudra Pasai,Kerajaan Sriwijaya,Kerajaan Majapahit sekalipun,sampai zaman Bung Karno hingga zaman Pak Jokowi,Valentine nggak pernah menjadi hari libur nasional alias tidak ada tanggal merah pada 14 Februari  (kok jadi nyambung ke sejarah Indonesia ya...) . Bahkan kakek nenek kita dulu,nggak pernah ada kebiasaan ngasih cokelat untuk membuktikan tanda kasih sayang,yang ada malah disuruh ikut masuk organisasi pergerakan (secara...Cokelat pada zaman itu hanya makanan para Meneer dan bukan untuk Inlander macam kita-kita orang). Ya...sekedar saran saja,mending gak usah lah ikut-ikutan Valentine segala,...

Tagar #2019......

#2019......... ,silahkan anda isi sendiri.Tahun ini inginnya apa,barangkali ingin segera kawin atau mungkin hal-hal yang belum tercapai di tahun 2018 kemarin ingin diwujudkan.Ya,gak jauh-jauh dari tahun kemarin,ada yang ingin cepat lulus sekolah,ingin travelling kemana gitu,atau ingin kurus. Namun arti #2019 ini ditanggapi macam-macam.Terlebih situasi di negara kita yg sedang hangat-hangatnya persaingan politik (sudah tahu kan siapa yang sedang bertarung),ada kubu #2019tetapjokowi ,ada juga #2019gantipresiden. Bagi saya,mau #2019tetapjokowi atau #2019gantipresiden ,itu hak masing-masing para pembaca sekalian.Saya nggak maksa kok mau ke kabilah yang mana,yang jelas #2019tetapbersatu ,asal jangan #2019nambahistri ,bisa repot nantinya. Eh kok main tagar-tagaran ya?Memang ini twitter....