SWITER,Kebersamaan Dalam Tuntunan Ilahi

SWITER,mungkin yang terlintas di benak adalah pakaian anget buat musim hujan.Tapi bagi saya pribadi,kata itu menjadi sebuah titik balik menuju kebaikan,Aaamiin.Oh iya,SWITER itu singkatan dari Studi Wisata Islam Terpadu,ya jalan-jalan Islamilah kalau mau digampangnya.


Jujur aja acara kayak gini udah sering saya ikutin dari awal kelas 1 SMA hingga sekarang,dan uniknya selalu aja pengen ikut.Ya kita to the point bae lah ya!

SWITER sendiri diadakan oleh Lembaga Dakwah Kampus,Ikatan Keluarga Muslim Indonusa,Universitas Esa Unggul,selama 3 hari.Dalam daftar pesertanya,kurang lebih yang sefakultas sama saya ada 2 orang yang ikut,tapi entah kenapa gak nongol juga pas mau berangkat selepas sholat Jum'at.Acara sendiri diadakan di desa binaan kampus di kawasan Gunung Bunder,desa Lemah Duhur,kabupaten Bogor,Jawa Barat.Waktu berangkat,saya dan semua rombongan dalam bis diguyur hujan,maklumlah kota hujan.Tapi setelah masuk ke arah desa itu,saya disuguhi pemandangan khas pedesaan di waktu hujan,sawah ladang dengan kerbaunya dan anak-anak desa yang sedang menikmati indahnya masa kecil mereka dengan main hujan.Yang paling unik,waktu ada anak kecil mandi hujan tanpa busana alias bugil malah menjadi pusat perhatian semua rombongan.

Sampai di desanya,kurang lebih menjelang maghrib,otomatis saya langsung ganti baju dan mandi untuk shalat maghrib berjamaah di musholla setempat.Habis itu,diadakan pengenalan dengan founder LDKnya Esa Unggul,bang Rahmadadi atau bang Black,serta beberapa peserta dan panitia lainnya,setelah itu dialnjutkan dengan shalat Isya berjamaah dan langsung menuju tempat makan untuk makan malam,maklum laper juga menempuh perjalanan 3 jam.Ada sedikit selentingan kawan saya,yaitu si Sule,anak ilmu komunikasi,dia bakal melorotin sarung saya waktu tidur.Waduh...,ya maklumlah,untuk menghemat pemakaian celana,saya lebih baik pakai sarung sepanjang malam itu.

Rombongan laki-laki atau Ikhwan tidur disebuah saung yang cukup untuk memuat 12 orang lebih,ditambah panitia Ikhwannya,sedangkan yang perempuan atau Akhwat,tidur di panti asuhan yang dibangun oleh pihak kampus untuk desa itu.Jam 3 malam,rombongan Ikhwan dan Akhwat dibangunkan untuk qiyamul lailatau ibadah pada sepertiga malam,kayak tahajud dan tadarusan sampai menjelang subuh.Sehabis subuhan,para peserta diberikan kesempatan untuk belajar berdakwah layaknya ustadz-ustadz.Saya pun juga kebagian untuk mencobanya.Jujur aja,saya bener-bener gak tahu materi apa yang mau disampaikan,tapi saya coba sebisanya aja,ngambil dari ceramah-ceramah tausyiah yang pernah saya denger atau bahan kajian selama ngaji di musholla deket rumah.

Sehabis itu,peserta dipersilahkan mengikuti senam pagi.Pada senam pagi ini,saya ditunjuk jadi instruktur.Gerakan senamnya yang lazim-lazim saja,maklum udah lama gak SKJ(jadi keinget jaman SD dulu).Setelah itu,peserta dipersilakan untuk makan pagi.Pada waktu makan pagi,saya ditawarin pete sama pak Barika,dosen Motivasi Usaha.Saya ambil aja pete itu dan saya makan mentah-mentah,pake sambel.Hmmm....rasane mantep pisan dan pada pagi itu saya mulai pake celana.


        Inilah foto saya bersama para ikhwan lainnya

       Wah,itu si Sule megang perut.Sabar,Le,entar juga makan

Nah,sehabis makan,para ikhwan dan akhwat bersiap buat outbond dan dibagi atas beberapa kelompok.Saya sendiri dapat kelompok yang cukup baguslah dan kelompok saya terbentuk dalam Ikhwan grup.Outbond dimulai,tapi jangan bayangin ada flying fox atau apapun,ini malah mirip inaugurasi,tapi lebih baiklah ketimbang yang itu.Pos-pos dilalui,tapi yang pailng ngenes waktu masuk pos bikin pondasi bangunan dari sedotan.Bangunan yang dibangun kelompok saya roboh dan sebagai hukuman,saya pilih untuk menghukum diri sendiri demi anggota.Dengan muka agak mirip orang yang takut dioperasi,saya jalani hukuman itu.Tak apalah

Ada hal-hal unik yang saya temui,kawan saya yang namanya Faqih.Waktu ada games mengenai susunan hadits,kayaknya dia sanagat paham betul arti kata hadits itu.Maklumlah,lulusan pondok,jadinya ada yang benerin gitu.Ya,setelah kegiatan itu,kami bersih-bersih dan makan siang dibarengi shalat zhuhur berjamaah.Selepas itu,ada beberapa pemateri yang meberikan presentasi yang menarik.Namun sayang,ditengah presentasi itu,byaar..pet alias mati lampu,jadinya pakai laptopnya yang presentasi.Tapi anehnya,setelah kegiatan itu,listrik nyala lagi,bertepatan dengan masuknya waktu Ashar.Selepas Asharan,kami mengikuti presentasi yang kedua hingga Maghrib menjelang.Nah,selepas Maghriban,kami mengikuti Yasinan plus Tahlilan,boleh dibilang ini adalah Malam Minggu Tahlilan.Semua peserta dan para panitia ikut larut dalam suasana yang khusyuk ditengah desa yang masih terpencil,meskipun agak terganggu dengan suara orang yang nanggap layar tancep.Kemudian acara dilanjutkan dengan Shalat Isya berjamaah plus perkenalan dengan alumni LDK IKMI yaitu bang Sabeni atau bang Ben dilanjutkan dengan agenda makan malam.Setelah makan,kamipun istirahat dengan nyenyak.

Jam 3 pagi,kami dituntun menuju musholla untuk melaksanakan qiyamul lail,disusul dengan muhassabah,yaitu renungan menjelang subuh.Uniknya,saat akan melaksanakan muhassabah,peserta ditutup matanya untuk ke tempat muhassabah,kayak tapol aja(tapol:tahanan politik).Pada saat itu juga,para peserta menangis dalam muhassabahnya masing-masing dan ketika dibuka tutup mata,terlihat foto para peserta dalam sebuah batu nisan tiruan dengan nama para peserta,termasuk saya.

Anyway,dalam muhassabah pada pagi buta tersebut,jujur saja saya juga ikut nangis,keinget ibu dan bapak saya yang udah ngasih saya berbagai macam hal,tapi saya sendiri belum bisa ngasih apapun yang terbaik.Selepas muhassabah itu,perserta diperkenankan untuk saling bermaafan dan langusng melaksanakan shalat subuh berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan tahsin qur'an dan belajar tausyiah bagi para peserta yang mampu menyampaikan tausyiah dan untuk pertama kalinya saya ditunjuk oleh bang Suhaep untuk memulai tausyiah dari kalangan peserta.Seperti biasa,saya pun hanya menyampaikan ceramah yang pernah saya dengar,baik melalui majelis ta'lim di rumah,acara maulid,maupun video internet,jadi materinya sama kayak belajar tausyiah sebelumnya.
Penampilan selepas subuhan.Hayo mirip siapa?

Setelah kegiatan tersebut,kami melanjutkan kegiatan pagi dengan senam pagi dan untuk kedua kalinya,saya ditunjuk lagi jadi instruktur.Yang berbeda dengan senam pagi sebelumnya,gerakan yang saya pakai terinspirasi dari gerakan tinju.Jadi lebih mirip latihan tinju,heheheehh.
Seleaps kegiatan senam,kami diharuskan bersih-bersih dan ikut sarapan pagi,dengan bubur sumsum.Habis sarapan,semua rombongan akan mengikuti jalannya bakti sosial kepada anak yatim piatu di desa itu.Banyak juga anak-anaknya,ada yang kembar lagi.
Acara Bakti Sosial,yang diawali sambutan oleh tokoh masyarakat setempat

Nah,setelah acara bakti sosial,dilanjutkan dengan foto bersama,baik para peserta maupun panita,semuanya berbaur.Maklum,hari terakhir,jadi mencoba keakraban lebih baik lagi.
Le,lu nyengir jangan lebar-lebar amat,ngapa

Bersatu dalam tuntunan Allah dan Rasul SAW,Aaaamiin

Selepas foto bareng,kami semua mengikuti pengarahan dari pemilik tempat acara dilangsungkan.Dalam pengarahan yang singkat itu,semua peserta diberikan sedikit pemahaman bahwa Islam harus disebarkan dengan penuh rahmatan lil "alamin bukan dengan cara radikal.Finally,semua peserta akan menuju curug Cigamea di kawasan Taman Nasional Halimun Gunung Salak.Ada sedikit insiden yang bikin saya kaget bahkan ada yang shock,yaitu ketika bus rombongan mundur ke belakang di tikungan yang menenjak.Waduh.....untung tidak ada apa-apa yang mengkhawatirkan,jadi semua selamat.

Setibanya di curug,rombongan disambut oleh pasukannya hanoman alias gerombolan monyet.Syukur saja kami tidak diinvasi oleh anak buahnya hanoman itu,kalau diinvasi tenang aja,ada ajudannya hanoman,yaitu saya sendiri.Pasti pada manut toh.

Sesampainya di curug,berhubung sudah masuk zuhur,kami semua sholat di sebuah musholla dan selepas itu kami berekreasi di air terjun itu dan foto-foto.Kalau saya malah makan dulu,maklum laper
Keren,kan?Gaya di depan air terjun,lagi.Mantep pisan

Yah,mungkin cuma sekelebat tulisan ini yang bisa saya tulis mengenai kegiatan itu.Maknanya,jangan pernah bosan ikut kegiatan yang mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa,Insya Allah barokah,Aaaaamiin.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mlaku-Mlaku di Singapura dan Malaysia (bagian 1)

Bertamu ke Museum POLRI

Mengambil Pelajaran dari Kasus Brigadir Josua