Sekitar Penerimaan Masuk PTN

Mengenai judul yang saya pilih,cukup tepat rasanya apabila saya tulis sekarang,meningat momennya juga pas,yaitu pasca UN.Ya,tahun ini ada sekitar 152 ribu pelajar yang terpilih untuk masuk perguruan tinggi negeri atau PTN lewat jalur SNMPTN atau lebih dikenal dengan jalur undangan dari 852 ribu pelajar.Sisanya...ya tinggal 700 ribu pelajar tidak lolos.Apakah ada harapan..?Tenang saja,kawan,masih ada SBMPTN atau tes tertulis masuk PTN secara nasional dan tes mandiri dari tiap PTN.


Dari intermezzo tersebut,saya juga pernah mengalami hal yang sama.Tidak lolos di jalur undangan,saya coba ikut jalur tes tertulis dan tes mandiri.Hasilnya....podho wae,gagal alias tidak lolos.Wajar saya gak lolos,sebab pilihan saya terlalu ekstrim,yaitu masuk Fakultas Hukum di UIN Sunan Gunung Jati,Bandung dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa,Banten.Kalau yang pertama yaitu Universitas Indonesia jurusan Fakultas Ilmu Budaya(ngambil Sejarah),mungkin bisa,tapi ya mau bagaimana lagi,pesaingnya juga se Indonesia,bukan se kelurahan Srengseng.Wah,kalau ngebayangin,sehari setelah pengumuman masuk PTN itu,seolah saya ngerasa gagal.

Dalam mekanisme penerimaan mahasiswa baru di PTN setahu saya ada beberapa tahapan,yaitu jalur undangan,tes tertulis nasional,dan tes mandiri(jika masih ada kuota yang lowong).Dari sekian penerimaan tersebut,menurut pengalaman pribadi saya,peluang diterimanya ya 1:500.Kalau dari jalur undangan,seorang pelajar akan dilihat nilai rapornya dari kelas 10 hingga kelas 12.Dari nilai itu,akan dilihat apakah pelajar tersebut lolos atau tidak untuk masuk PTN.Kalau yang tes tertuils nasional dan tes mandiri,sistemnya kayak ujian di sekolah,cuma yang membedakan ialah jika soal yang dikerjakan benar,akan dapat poin 4,sedangkan jika salah ngerjain dapat pengurangan 1 poin.Kalau dikosongin alias gak dikerjain dapat poinnya yah nol .

Nah,mengapa kebanyakan anak-anak muda yang telah menamatkan pendidikannya di SMA atau MA dan yang sebangsanya terobsesi dengan PTN?Jawabannya mungkin agak beragam,mulai dari biaya kuliah yang murah karena disubsidi pemerintah hingga(yang satu ini mungkin agak gila)biar dipandang orang.Bagi sebagian besar anak muda,masuk PTN dianggap sebagai sebuah jaminan menuju keberhasilan dan bisa dapat pekerjaan yang lebih bonafit.Ya,setidaknya mereka(yang masuk PTN)sudah berhasil melangkah ke gerbang pertama menuju cita-cita yang diinginkan,tapi apa mereka mampu melewati gerbang-gerbang berikutnya?Allahu A'lam.

Dari sekian banyak pengalaman yang saya terangkan tadi,setidaknya sekarang ini saya mendapat banyak hikmah.Pada jaman SMA saya mencoba mengejar nilai setinggi-tingginya dan berhasil.Tapi selepas itu...?Saya hanya bisa terjatuh untuk kedua kalinya(yang pertama gagal masuk SMA negeri idaman,yang kedua gagal masuk PTN) dan cuma bisa gigit jari ndelok(melihat) kawan-kawan saya bisa masuk PTN.

Ah...sudahlah,Allah punya jalan lain buat saya.Meski kini saya cuma bisa masuk PTS(perguruan tinggi swasta) yang kata orang sebagai buangan,yang penting saya bisa menuntut ilmu.Alhamdulillah,Allah masih ngasih saya kesempatan menuntut ilmu hingga sekarang dan masih bisa bersepakbola ria tanpa mengganggu kuliah.Andaikan saya keterima di PTN,mungkin saya senang tapi saya tidak bisa menikmati kesenangan saya dengan sepakbola.

Ya,saya cuma bisa ngasih sedikit pesan ke kawan-kawan saya yang mungkin gagal masuk PTN atau menghadapi kegagalan lainnya,ingatlah Allah itu tak pernah tidur,Ia selalu melihat kerja dan usaha kita,teruslah berusaha dan berdoa hingga Allah menyuruh kita untuk kembali ke pangkuanNya yang Maha Suci.

Jakarta,11 Mei 2015/21 Rajab 1436
Manusia biasa yang mengharapkan keberkahan

Muhamad Bayu Satrio

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mlaku-Mlaku di Singapura dan Malaysia (bagian 1)

Bertamu ke Museum POLRI

Mengambil Pelajaran dari Kasus Brigadir Josua