Mlaku-Mlaku di Singapura dan Malaysia (bagian 2)

Kembali lagi dalam catatan Bang Sat,kali ini saya akan meneruskan bagian dari perjalanan study tour saya di Singapura dan Malaysia.Pada bagian satu,saya sudah membahas semua kegiatan study tour selama seharian di Singapura.Di bagian kedua ini,saya akan membahas perjalanan saya menuju Malaysia dan segala kegiatan di Malaysia.Okeh,langsung aja lah ya....

Selepas perjalanan dari Bugis Street,perjalanan dilanjutkan menuju Malaysia,tepatnya melewati selat Johor.Nah,perjalanan yang kami tempuh menuju Johor sekitar satu jam.Sebelum menuju Johor,saya beserta rombongan melakukan pemeriksaan dokumen imigrasi,yaitu paspor di salah satu check point imigrasi Singapura,tepatnya di perbatasan antara Singapura dan Malaysia.Setelah pemeriksaan yang cukup panjang,akhirnya perjalanan berlanjut ke Johor.Malaysia.Seperti yang sudah dibilang diatas tadi,semua rombongan menuju Malaysia menyeberangi selat Johor di atas sebuah jembatan(Jadi keinget waktu ke Bromo pas jaman SMA,mampir dulu ke jembatan Suramadu)




Setelah menyeberangi selat Johor,kami kembali lagi menuju tempat pemeriksaan imigrasi di check point imigrasi Malaysia di Johor.Saya menengok ada dua kesamaan di tempat pemeriksaan imigrasi tersebut,seluruh petugas imigrasinya berasal dari kepolisian.Habis pemeriksaan,kami langsung menuju tempat makan malam.Oh iya,kami tiba di Malaysia sekitar jam delapan malam waktu Malaysia.Semua rombongan menikmati santap malam di salah satu tempat istirahat di jalan tol kawasan Johor(kalau di Malaysia jalan tol disebut lebuhraya).Habis makan,saya beserta teman-teman saya yang lain,yaitu Zaki,Fikar,Ryan,dan Tamam,melaksanakan shalat jamak Isya dan Maghrib di salah satu musholla atau surau.Habis shalat,bis yang membawa rombongan melakukan pergantian armada.Jadinya,saya dan rombongan pakai bis baru dan supir yang baru untuk menuju Kuala Lumpur.

Perjalanan dari Johor ke Kuala Lumpur menurut tour guide di Singapura,sekitar hampir empat jam.Setara lah dengan perjalanan Jakarta ke Bandung(kalau lancar).Bus rombongan bergerak dari tempat makan malam menuju Kuala Lumpur sekitar jam sembilan malam.Suasana jalan boleh dikata cukup menarik dan agak sereemm.Meski ada motor seliweran di tol,tetap aja hawa serem menggelayut di benak saya.Sekitar perjalanan di jalan tol,kanan kiri jalan isinya pohon sawit dan jarang sekali ada rumah atau pemukiman.Udah begitu penerangan jalan cukup minim dan gelap.Kesannya jadi agak serem.

Tapi kesan serem tersebut saya bunuh(wah kejam amat) dengan mendengarkan musik dari Handphone yang dititipkan ibu saya dari Jakarta.Di tengah malam yang kelam di Johor,saya coba mendengarkan beberapa lagu kesayangan saya,yaitu Seputih Hati dari Agnes Monica yang menurut saya pas banget didenger waktu perjalanan jauh di malam hari hingga JKT48 dengan Kinjirareta Futarinya yang aduhai.

Jujur aja,selama perjalanan jauh tersebut,saya gak bisa tidur,kalaupun tidur paling cuma lima sampai sepuluh menit.Akhirnya rombongan sampai di Kuala Lumpur,tepatnya di sebuah penginapan di kawasan pecinan Kuala Lumpur,sekitar jam satu malam waktu Malaysia.Semua rombongan mendapat kunci kamar dan langsung bergegas mandi dan istirahat.

Keesokan paginya,selepas shalat Subuh,saya mandi lagi dan berbenah pakaian untuk city tour di Kuala Lumpur dan kunjungan ke Universitas Kebangsaan Malaysia di Selangor.Sebelum melakukan perjalanan yang saya katakan tadi,semua rombongan diperkenankan sarapan pagi.Sarapan pagi tersebut boleh dikata cukup enak.Jenis makanan dan minumannya yang beraneka ragam membuat saya menambah jumlah makanan pagi itu.

Perut sudah kenyang,saatnya city tour.Kami mendapat guide yang baru dan langsung jalan-jalan mengelilingi Kuala Lumpur.Menurut guide kami,asal mula Kuala Lumpur merupakan pertemuan beberapa sungai yang memiliki hulu yang berlumpur.Setelah penjelasan tersebut,kami langsung berfoto-foto di sekitaran menara kembar Petronas.

Inilah wujud dari menara Petronas yang terkenal itu.Kembar ya


Foto dulu ah,biar barokah

Setelah city tour,perjalanan dilanjutkan menuju Universitas Kebangsaan Malaysia di Selangor.Disana saya dan para rombongan melakukan acara temuwicara di auditorium Fakulti Undang-Undang(nama lainnya Fakultas Hukum di Malaysia).Pembicaraan yang dilakukan terkait dengan sistem pembelajaran dan tentunya mengenai sistem hukum di Malaysia.Saya dan kawan saya Zaki serta Rakan ikut bertanya mengenai pembahasan yang dipaparkan.Zaki dan Rakan cenderung ke arah sistem Hukum.Kalau saya malah cenderung ke arah politik Malaysia itu sendiri.Terutama tentang hubungan oposisi dengan partai penguasa yang sering nimbrung ke telinga saya,jika mendengar berita tentang Malaysia.

Setelah temuwicara tersebut,kami mendapat souvenir dan mengikuti sesi coffee break.Habis kunjungan tersebut perjalanan berlanjut ke sebuah kuil Hindu yaitu Batu Caves,tempat sembahyang orang Hindu Tamil.Banyak pedagang keperluan sembahyang mereka,seperti susu dan bunga-bunga.Serta pedagang kuliner khas India.Ada sekolah juga di dekat kuil ini,tentunya sekolah untuk anak-anak keturunan Tamil.

Vannakam

Ini lagi gaya apa pinggangnya lagi pegel?


Nah,habis dari Batu Caves,kami langsung meluncur ke Genting Highland di Selangor.Genting Highland sendiri semacam DUFANnya Malaysia,cuma letaknya ada di dataran tinggi Genting.Sebelum kesana,di bis saya dipaksa untuk melawak oleh kawan-kawan saya.Yah mau gimana lagi,lebih baik saya nrimo aja.Diduetkan dengan Bagas,setidaknya saya cukup membuat seisi bus sakit perut karena lawakan saya yang meniru Teamlo.Sampai di Genting,semua rombongan mengantri untuk naik kereta gantung menuju theme park yang ada disana.

Jujur saja,ketika saya naik kereta gantung,perasaan saya udah kayak diatas awan gitu.Wong hutannya juga ketutup kabut.Tapi yang bikin saya agak ketawa adalah kawan saya,Axel.Naik kereta gantung teriak "emaaaakkk".Hah,dasar ndeso!!
Begaya bareng Fikar a.ka Kiel

Sesampainya di theme park,kami langsung melihat-lihat wahana yang ada.Tapi yang menjadi pusat perhatian adalah kasino atau tempat main judi yang ada disana.Otomatis semua pada deketin tempat itu.Tapi,di kasino itu ada banyak polisi jaga-jaga.Karena aturannya adalah orang Islam dari Malaysia dilarang masuk.Tahu deh orang Islam dari negara lain apa boleh masuk,bodo ah.

Perut rasanya agak lapar.Di theme park itulah saya jajan.Beli roti cane keju gak pakai kari plus air minum.Lumayan lah buat menghilangkan lapar di dataran tinggi yang sejuk itu.Habis dari Genting perjalanan berlanjut ke tempat makan malam untuk santap malam.Waktu makan saya cukup lega juga,bisa ketemu tahu goreng,hihihih.Kemudian,saya malah baru sadar bahwa selama hari itu belum mandi.Mambuu tenan

Makan malam sudah,saatnya berburu oleh-oleh untuk orang rumah.Beli kaos Malaysia plus baju bola dan pajangan meja buat...hmmm...ada deh.Yang unik waktu berburu oleh-oleh,penjualnya adalah orang Jawa,asalnya dari Temanggung.Waduh ketemu wong sedulur....hehehe,walau beda daerah tapi sama-sama orang Indonesia dan wong Jowo.Maklumlah,agak sulit nyari orang Jawa di Singapura maupun Malaysia.

Sehabis beli oleh-oleh,kami langsung ke hotel untuk istirahat untuk pulang.Besok paginya kami bukan langsung kembali ke Jakarta,malah mengunjungi Istana Negara Malaysia,yaitu kediaman Raja Malaysia.
Pose dulu ah...


Bersama salah satu penjaga Istana,kayak Paspamres di Jakarta

Habis dari Istana Negara,saatnya beli oleh-oleh lagi.Saya hanya beli kaus tim Selangor FC aja,plus beli penganan atau cemilan buat dimakan di bis yaitu Martabak Kambing.Cara bikinnya beda banget,pertama telur dan daging kambingnya didadar habis itu dimasukkin ke kulitnya sehabis didadar lalu goreng lagi sama abangnya dan ditambah pelengkap yaitu kuah kari,yang kalau saya santap mirip kuah gulai kambing.
Ini dia,Martabak Kambing,rasanya mantep tenan ....diguyur kuah kari,lebih sedep

Dimakan sendiri udah enak,makanya saya tawarin ke teman-teman saya di bis,biar ikut merasakan enaknya martabak ini.Habis beli oleh-oleh,waktunya ke bandara KLIA(Kuala Lumpur International Airport) untuk pulang menuju Jakarta.

Itulah sedikit kisah yang agak seru namun konyol dari trip saya ke dua negara serumpun itu.Mudah-mudahan bisa kesana lagi,bila ada rejeki.Aaaaamiiiin





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mlaku-Mlaku di Singapura dan Malaysia (bagian 1)

Bertamu ke Museum POLRI

Mengambil Pelajaran dari Kasus Brigadir Josua