Siyono Adalah Kita,Kita Adalah Siyono!!

Assalamu'alaikum para pembaca yang masih sehat akal dan badannya.Sudah sebulan kita berpisah,karena kesibukan saya pribadi.Sekarang kita kembali bersua lebih mesra.Topik yang bakal kita bahas sekarang agak sedikit serius,tapi kita santai aja lah ya.Gak usah mengencangkan urat pikiran kita ya....
Kasus yang sedang panas-panasnya kali ini ialah dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia oleh Densus 88(satuan penanganan teroris milik Mabes Polri) terhadap seorang imam masjid di daerah Klaten,Jawa Tengah,Bapak Siyono.
Bagaimana kejadian tersebut bermula?Beberapa kabar yang saya dengar dari dunia internet(karena berita ini baru terpublikasi di televisi sekarang-sekarang ini) Bapak Siyono ditangkap Densus 88,karena dianggap terlibat jaringan teroris di Indonesia.Padahal menurut profil singkat Pak Siyono yang saya dapat,beliau ini adalah seorang ustadz di desanya,selain itu beliau punya sebuah taman kanak-kanak untuk tempat pendidkan anak usia dini.Berikut ini adalah link profil singkat yang saya dapatkan dari internet
http://www.tarbiyah.net/2016/03/ternyata-siyono-adalah-dai-yang-melawan.html

Dalam proses penangkapannya itulah yang betul-betul mengejutkan khalayak.Ketika beliau ditangkap oleh pihak Densus 88 di Klaten,beliau sehat wal'afiat.Tapi ketika dikembalikan lagi ke Klaten,beliau sudah menjadi mayat atau meninggal dunia.Menurut keterangan dari Mabes Polri sendiri melalui  Divisi Humasnya,Pak Siyono meninggal dunia karena kelelahan berkelahi dengan anggota Densus 88.Lah kok bisa?Setahu saya,orang kalau sudah ditangkap sama Polisi apalagi sama Densus 88,pasti gak akan berani ngelawan bahkan ngajak berantem.Inilah yang menjadi kejanggalan dan bahan pembicaraan publik,khususnya umat Islam di Indonesia ini.Silahkan lihat link ini jika  belum percaya
https://www.islampos.com/muhammadiyah-kematian-siyono-saat-dibawa-densus-88-harus-diusut-260683/

Lebih hebohnya,keluarga beliau merasa dihalang-halangi untuk mengetahui sebab meninggalnya Pak Siyono,bahkan kabarnya keluarga Pak Siyono melalui istri beliau yaitu Ibu Suratmi diberi dua gepok uang oleh pihak kepolisian yang mengusut Pak Siyono,agar mau merelakan kematian suaminya itu.Silahkan lihat lagi linknya,jika masih belum percaya juga
http://sangpencerah.com/2016/03/inilah-penampakan-uang-2-gepok-diserahkan-istri-siyono-pp-muhammadiyah.html

Beruntunglah,keluarga Pak Siyono benar-benar dibela oleh ormas islam  yang berkompeten seperti Muhammadiyah.PP Muhammadiyah inilah yang benar-benar mengawal permasalahan ini bersama dengan Komnas HAM.Kalau tidak,kejadian seperti ini bakal terus berkelanjutan,seperti yang sebelum-sebelumnya.Menurut kabar,jasad Pak Siyono ini akan diotopsi untuk mengetahui sebab kematiannya.

Dari sinilah kita mesti berkaca lagi mengenai apa arti dari hak asasi manusia,khususnya dalam penegakkan keadilan.Hendaknya beliau haruslah diperiksa secara benar dan transparan,bahasa kasarnya adalah" harus buka-bukaan".Yang saya koreksi adalah tindakan Densus 88 ini sudah overacting atau kelewat batas.Masa iya,dalam penyidikan,orang masih status terduga harus dihabisi nyawanya ?Otaknya dimana coba......Di Jonggol!?WAKWAWWW

Baiklah,saya hanya bisa berharap semoga kasus ini tidak menjadi bumerang dalam memberantas teroris,serta saya harap,semoga Densus 88 dikembalikan saja ke Brimob,karena kita masih punya stok pasukan pemberantas teroris yang lebih berkualitas dari Densus 88,khususnya dari kalangan Pasukan Elite TNI.

Catatan Penting:
Silahkan berkomentar mengenai tulisan saya ini.Silahkan pula jika ada yang tersinggung atau merasa tidak enak dengan tulisan ini,hubungi nomor pribadi saya,085212573927,hitung-hitung bisa saling silaturahmi.

#BUBARKANDENSUS88
#PRAYFORSIYONO



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mlaku-Mlaku di Singapura dan Malaysia (bagian 1)

Bertamu ke Museum POLRI

Mengambil Pelajaran dari Kasus Brigadir Josua