Belajar Nasionalis dari Adik Gloria

Meski penyelenggaraan hari kemerdekaan Republik Indonesia sudah lewat seminggu yang lalu,sekiranya gaungnya masih terasa.Baiklah....dalam tulisan saya kali ini setidaknya akan sedikit membahass mengenai salah satu anggota pengibar bendera pusaka atau Paskibraka di Istana Negara yang sempat mencuri perhatian publik.Ya...namanya Gloria Natapraja Hamel,usianya baru 16 tahun(selisih empat tahun dengan usia saya,yaitu 20 tahun).
Sebagai seorang Paskibraka,ia sudah melewati beberapa tahapan yang berat,mulai dari seleksi di tingkat Kabupaten/Kota hingga tingkat Nasional.Tapi.....beberapa hari sebelum upacara di Istana Negara,ia tidak diikutkan untuk pengukuhan anggota Paskibraka 2016,karena adik Gloria ini memiliki paspor Prancis.Ini disebabkan ibu dari adik Gloria ini menikah dengan warga negara Prancis.Sehingga ia tidak diikutkan untuk upacara pengibaran bendera di Istana Negara.Bisa dibayangkan kondisi psikologisnya....sudah berlatih keras sekuat tenanga dan mengorbankan segalanya yang dimiliki,eh.....malah disingkirkan karena perkara semacam ini.Namun,berkat kebijaksanaan Presiden Joko Widodo,akhirnya ia boleh bertugas sebagai Paskibraka saat upacara penurunan bendera,yang dilaksanakan sore hari.
Sebenarnya,adik Gloria ini masih dapat memegang kewarganengaraan Indonesia,karena dalam UU Kewarganegaraan no 12 tahun 2006,seseorang dapat memilih kewarganegaraan saat berusia 18 tahun dan diusia 18 tahun pula ia bisa kehilangan kewarganegaraan Indonesia,jika ia memilih menjadi warga negara Prancis.
Saya nggak mau membahas mengenai kewarganegaraannya,yang bakal saya bahas adalah semangatnya untuk menjadi seorang Paskibraka.For Youth Info...guys,adik Gloria ini bahkan sampai menulis surat ke Presiden Joko Widodo yang setahu saya isinya adalah ia tetap memilih Indonesia sebagai tanah airnya.Nah......pelajaran yang dapat para pembaca ambil dari kejadian ini adalah,bagaimanapun keadaan sampeyan,antum,njenengan,.....atau apapun sebutannya di negara ini,cobalah untuk menyempilkan sedikit kebanggaan sebagai orang Indonesia.
Jangan sok-sok'an pengen pindah ke negara lain.Ada yang nyelenting begini,"Ah...ana mending hijrah aja ke Suriah,biar bisa jihad'',atau"Lebih baik gue pindah aja ke Amerika atau Eropa,di Indonesia mah orangnya susah diatur",bahkan yang lebih greget adalah"Mending pindah jadi orang Jepang aja deh gue,ceweknya cakep-cakep,negaranya bersih,maju.....pokoknya enak deh".
Okelah,kalau soal jihad,sebenarnya gak perlu jauh ke Suriah,toh di negara kita terbentang luas medan jihad,tinggal pilih sesuai keahlian kita.Dan yang terpenting...jihad paling besar adalah melawan syahwat dalam diri kita.
Kalau soal keteraturan dan kebersihan,sebenarnya diri kita yang mesti langsung bertindak,minimal kalau habis makan yang ada bungkusnya,bekasnya dibuang ke tong sampah,kalau masih malas ke tong sampah,telan sekalian dan biasakanlah antri,walau cuma di WC umum atau saat pesan jajanan pinggir jalan semacam Cilor.
Kalau soal nyari cewek cakep,mestinya bergeriliyalah ke desa-desa,jangan ke kota melulu.Disana terhampar luas target sasaran untuk siap dijadikan pasangan hidup.Asal jangan sampai kebablasan.
Pengen hidup dan jadi warga negara di luar sana,resikonya berat.....Kagak usah jauh-jauh ngomongin Jepang seabgai negara dengan biaya hidup tertinggi,tetangga kita Singapura,kalau penghasilannya kurang dari Rp 10.000.000 per bulan,tetap dikatakan kere atau di cap miskin.
Singkatnya adalah"Kenali Negerimu,Cintai Negerimu"
Komentar
Posting Komentar