Hiruk Pikuk Pilkada DKI Jakarta
Daripada membahas tentang hal-hal yang ngalor ngidul bin ngawur,lebih baik kita serius sedikit,jangan banyak-banyak,ntar bisa gila loh......So,yang akan saya bahas pada ini postingan ialah mengenai politik,namun dalam koridor yang agak ngaco.Gak apa kan,asalkan para bapak-bapak dan ibu-ibu calon kepala daerah tidak mengirimkan kopi sianida ke meja saya.Baiklah kita mulai saja postingan ini dengan menarik nafas dalam-dalam...........
Alam demokrasi di negara kita sejak era Reformasi mulai mengalami perkembangan yang luar biasa.Mulai dari banyaknya partai poltik hingga pemilihan kepala negara dan daerah yang baru-baru muncul sejak 2004-2005.Hampir diseluruh penjuru Indonesia,memilih kepala daerah dari tingkat gubernur hingga bupati atau walikota bahkan sampai ke kepala desa.Hal ini juga terjadi di ibukota kita,Jakarta.......
Pilkada DKI Jakata kurang lebih sudah berjalan hampir sepuluh tahun,sejak dimulai pada 2007 dengan pemenangnya yaitu..........Si Kumis alias Bapak Fauzi Bowo,yang kemudian pada 2012 mencalonkan diri kembali sebelum akhirnya takluk ditangan Jokowi(yang sekarang jadi Presiden).Bagaimana kondisi Pilkada DKI Jakarta yang hanya tinggal setahun lagi?????
Terus terang........situasi malah tambah kalut belengut.Sejak Pak Jokowi naik jadi Presiden secara otomatis tampuk kekuasaan dialihkan ke wakilnya yaitu Pak Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.Timbul dilema yang amat besar,mulai dari sikapnya yang jauh dari etika seorang kepala daerah dan tidak seprinsip dalam melaksanakan pembangunan,karena Ahok lebih condong ke arah sikap reperesif ketimbang mengutamakan dialog dengan warga.Ditambah sikap Ahok yang kurang menghargai masyarakat Jakarta yang beragama Islam serta skandal Reklamasi teluk Jakarta yang konon menyeret namanya.
Pada Pilkada DKI Jakarta tahun depan yang pelaksanaannya serentak dengan beberapa Pilkada di daerah lainnya di Indonesia,masyarakat Jakarta dihadapkan pada pilihan sulit.Ahok sebagai Gubernur pengganti Jokowi yang naik jadi presiden mencalonkan diri,ditambah dengan dua pasang penantangnya,yaitu Mas Agus Yudhoyono dan Pak Anies Baswedan.
Jujur saja,mendengar kedua pasangan calon gubernur ini untuk bertarung melawan Pak Ahok,kans keduanya agak terjal dan berat layaknya truk peti kemas daerah Priok yang berjalan di daerah Pantura.Mengenai sosok Mas Agus yang cukup ngganteng ini,beliau seakan dipaksakan oleh partai pengusungnya,karena belum saatnya untuk berpolitik disaat karier militernya sedang mentereng.Lain hal dengan Pak Anies,sebagai orang akademisi,beliau berpikir bahwa pembangunan Jakarta harus didasari dengan pendidikan karakter warganya.
Bagi saya,persaingan menuju kursi DKI-1 lebih sengit,bahkan lebih panas ketimbang persaingan antara Raisa atau Bripda Ricca Khalmas(anggota Polisi Lalu Lintas dari NTMC Polri yang sempat menghebohkan dunia maya) untuk dijadikan sebagai gandengan seluruh laki-laki kalem dan modus se-Indonesia....heheheheee....jangkrikkk.
Anyway....semua dikembalikan kepada para warga DKI Jakarta yang punya hak pilih nantinya.Yang jelas mari kita bangun Jakarta dengan TEGUH BERIMAN.
Alam demokrasi di negara kita sejak era Reformasi mulai mengalami perkembangan yang luar biasa.Mulai dari banyaknya partai poltik hingga pemilihan kepala negara dan daerah yang baru-baru muncul sejak 2004-2005.Hampir diseluruh penjuru Indonesia,memilih kepala daerah dari tingkat gubernur hingga bupati atau walikota bahkan sampai ke kepala desa.Hal ini juga terjadi di ibukota kita,Jakarta.......
Pilkada DKI Jakata kurang lebih sudah berjalan hampir sepuluh tahun,sejak dimulai pada 2007 dengan pemenangnya yaitu..........Si Kumis alias Bapak Fauzi Bowo,yang kemudian pada 2012 mencalonkan diri kembali sebelum akhirnya takluk ditangan Jokowi(yang sekarang jadi Presiden).Bagaimana kondisi Pilkada DKI Jakarta yang hanya tinggal setahun lagi?????
Terus terang........situasi malah tambah kalut belengut.Sejak Pak Jokowi naik jadi Presiden secara otomatis tampuk kekuasaan dialihkan ke wakilnya yaitu Pak Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.Timbul dilema yang amat besar,mulai dari sikapnya yang jauh dari etika seorang kepala daerah dan tidak seprinsip dalam melaksanakan pembangunan,karena Ahok lebih condong ke arah sikap reperesif ketimbang mengutamakan dialog dengan warga.Ditambah sikap Ahok yang kurang menghargai masyarakat Jakarta yang beragama Islam serta skandal Reklamasi teluk Jakarta yang konon menyeret namanya.
Pada Pilkada DKI Jakarta tahun depan yang pelaksanaannya serentak dengan beberapa Pilkada di daerah lainnya di Indonesia,masyarakat Jakarta dihadapkan pada pilihan sulit.Ahok sebagai Gubernur pengganti Jokowi yang naik jadi presiden mencalonkan diri,ditambah dengan dua pasang penantangnya,yaitu Mas Agus Yudhoyono dan Pak Anies Baswedan.
Ini dia ketiga calon pemimpin DKI Jakarta untuk lima tahun nanti
Jujur saja,mendengar kedua pasangan calon gubernur ini untuk bertarung melawan Pak Ahok,kans keduanya agak terjal dan berat layaknya truk peti kemas daerah Priok yang berjalan di daerah Pantura.Mengenai sosok Mas Agus yang cukup ngganteng ini,beliau seakan dipaksakan oleh partai pengusungnya,karena belum saatnya untuk berpolitik disaat karier militernya sedang mentereng.Lain hal dengan Pak Anies,sebagai orang akademisi,beliau berpikir bahwa pembangunan Jakarta harus didasari dengan pendidikan karakter warganya.
Bagi saya,persaingan menuju kursi DKI-1 lebih sengit,bahkan lebih panas ketimbang persaingan antara Raisa atau Bripda Ricca Khalmas(anggota Polisi Lalu Lintas dari NTMC Polri yang sempat menghebohkan dunia maya) untuk dijadikan sebagai gandengan seluruh laki-laki kalem dan modus se-Indonesia....heheheheee....jangkrikkk.
Anyway....semua dikembalikan kepada para warga DKI Jakarta yang punya hak pilih nantinya.Yang jelas mari kita bangun Jakarta dengan TEGUH BERIMAN.
Komentar
Posting Komentar