Ramadhan Oh Ramadhan
Sekali lagi,kita berjumpa di bulan yang suci ini.Meski sudah di penghujung,seenggaknya kita sedikit membahas soal bulan Ramadhan.Bukan soal pernak-perniknya yang sudah agak absurd semacam sirup Marjan,Timun Suri,Ngabuburit atau cari ta'jil gratisan di mesjid atau musholla.Yuk kita cekidot aja langsung.
Ramadhan,bulan berkah,bulan ampunan,bulan rezeki dan lain-lain sebutannya.Memang,di waktu inilah segala hawa nafsu manusia dari yang kadarnya kecil sampai ke tahap agak horny dikendalikan sedemikian rupa,walau kadang,ada saja yang mencoba curi-curi kesempatan.Anyway,Ramadhan bukan cuma sekedar tahan nafsu,tapi juga bulan untuk mawas diri.
Ramadhan,bulan berkah,bulan ampunan,bulan rezeki dan lain-lain sebutannya.Memang,di waktu inilah segala hawa nafsu manusia dari yang kadarnya kecil sampai ke tahap agak horny dikendalikan sedemikian rupa,walau kadang,ada saja yang mencoba curi-curi kesempatan.Anyway,Ramadhan bukan cuma sekedar tahan nafsu,tapi juga bulan untuk mawas diri.
Coba para pembaca sedikit bertafakur,sudah sadarkah diri kita sebagai seorang manusia selama 11 bulan belakangan ini.Jujur saja deh,nggak usah menipu diri sendiri,sebelum Ramadhan,kita menjadi pribadi yang agak buas tapi saat Ramadhan tiba,alimnya setengah mampus,mendadak ustad atau apalah itu.Yang ngenes,setelah Ramadhan usai,sifat buasnya malah tambah jadi,kalau boleh dikata menjadi lebih buas dari serigala jadi-jadian di GGS.
Sebagai insan yang gampang kotor,yuk jadikan Ramadhan ini sebagai bulan yang punya kesan baik dan berbekas seumur hidup,jangan sampai cuma menjadi kebiasaan musiman.
Maaf,tulisan ini sengaja nggak panjang-panjang,soalnya saya pengen nyari takjil sekalian cuci mata,hihihihi......dasar
Komentar
Posting Komentar