Yang Mesti Dihindari Ketika Halal Bi Halal

Selamat Hari Raya 'Idul Fitri 1439 H,Mohon maaf kalau kali ini baru sempat nulis lagi.Maklum,Ramadhan dan Hari Raya ini lumayan seabrek kegiatan.Paling mentok ya pas beli kebutuhan Hari Raya.Okelah,gak usah panjang lebar ya,soalnya jalanan mudik sudah kepanjangan,jangan ditambah lagi,nanti tambah macet.

Oke....berhubung Hari Raya 'Idul Fitri sangat berkaitan dengan silaturahmi,khusunya pelaksanaan Halal Bi Halal,mari kita bahas tentang apa yang gak perlu dilakukan dan wajib dihindari saat menghadirinya.


1.Minta Angpau alias THR

Bagi kalian yang sudah berumur diatas 12 tahun,saya sarankan jangan pernah melakukan hal ini,apalagi kalau sudah bertamu ke rumah tetangga yang rada tajir.Yakin dan seyakin-yakinnya,bukannya silaturahmi yang didapat,malah omelan yang bakal kalian dapat,kalau kelakuan kalian kayak gitu.Toh soal THR,pasrah aja lah,apalagi bagi yang udah gedean dikit.

2.Kalap Saat Menyantap Makanan Lebaran

Hal ini kayaknya emang udah gak asing lagi,kalau setiap Lebaran,selalu disuguhi makanan khas lebaran yang gak bakal ditemui di waktu-waktu lain,seperti ketupat atau lontong,semur,rendang,opor ayam,sambal goreng,dll.Apalagi ditambah kue-kue nya plus minuman ringan semacam Fanta,Sprite,Coca-Cola dan sebangsanya.

Kalau kamu emang ikut Halal Bi Halal,apalagi di rumah pejabat atau tokoh yang dianggap terpandang,please....jangan kalap kalau sedang disuguhi makan,apalagi buat para cewek.Jujur sih kalau ikut Halal Bi Halal ditempat seperti itu,makanan yang disuguhkan memang luar biasa banyak dan sedapnya.Makanlah sekadarnya,karena kalau nggak,bukannya enak yang didapat,malah bisa begah,ditambah image yang kurang sedap akan mendarat mulus di pikiran shohibul bait alias yang menyelenggaarakan Halal Bi Halal.

3.Menanyakan Hal yang Tidak Penting

Ini yang mesti ditekankan kepada tiap pembaca blog ini.Kalau sekadar bertanya, "tinggal dimana sekarang? lagi sibuk apa nih? udah jalan-jalan kemana aja?",itu masih dirasa manusiawi sekali.Tapi kalau sudah bertanyanya seperti''kapan punya pacar? kapan kawin? kapan kerja?" dan segala pertanyaan yang berawalan dengan "kapan ....?",bukannya silaturahmi yang kalian dapat,justru akan berkembang menjadi bibit perpecahan yang dipupuk,saat dimana orang-orang sedang menjalin silaturahmi.Apalagi kalau menanyakan"kapan mati?",bukannya ikut berlebaran,malah bogem mentah yang didapat dan hanya mampu berlebaran di Rumah Sakit.

Mungkin hanya ini yang bisa saya beri dalam kesempatan yang sangat berbahagia ini.Saya pribadi juga memohon maaf bila selama ini sudah agak jarang menulis di blog ini,maklum kalau yang namanya menulis itu tergantung mood.Kalau lagi enak,ya nulis,kalau sedang nggak enak,ya jangan memaksakan menulis.

Maaf lahir batin semua......!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mlaku-Mlaku di Singapura dan Malaysia (bagian 1)

Bertamu ke Museum POLRI

Mengambil Pelajaran dari Kasus Brigadir Josua