Gado-Gado Bahasa
"Which is,Basically Literally Prefer Even At least" .Inilah kata-kata yang rada bule-bule yang sedang diperbincangkan warga internet se Indonesia dan semua perhatian tertuju kepada anak muda di Jakarta Selatan.Kenapa bisa?
Ya...ini disebabkan sebagian anak muda Jakarta Selatan sering memakai kata-kata tersebut dalam setiap percakapan (meski gak semuanya begitu),terlebih yang tinggal didaerah tergolong mewah dan kelas atas
Merasa nggak seperti yang dibayangkan,akhirnya ngaku juga
Curhatan rakyat dunia maya mengenai keanehan bahasa anak Jakarta Selatan
Jujur sih...sebenarnya saya gak heran dengan fenomena ini,sebab saya sendiri udah pernah ngalamin.
Dulu semasa aktif di Rohani Islam SMA,gaya ngomong sesama anggota masih sama,ketika sudah ketemu mentor,weleh.....kecampur Arab,berasa Jamaah jadinya (Jamaah merupakan istilah bagi orang keturunan Arab).
Dalam masyarakat Betawi pun,gado-gado bahasa sudah lama berlaku dan itu masih disesuaikan se-paripurna mungkin,karena kebudayaan Betawi memang sangat plural.Contohnya aja ketika anda pergi ke wilayah Glodok,gaya bahasanya pun tercampur dengan bahasa Hokkian dan ketika anda main ke daerah perbatasan Jakarta dengan daerah Banten atau Jawa Barat,gaya bahasanya lebih beragam lagi,bercampur unsur Sunda dan Jawa.
Rasanya sih fenomena ini jangan ditanggapi berlebihan tapi jangan pula dibiarkan,harus diberi tempat yang pas,agar fenomena berbahasa ini menjadi warna baru bagi masyarakat Ibukota
So....kalau antum understand dengan tulisan ini,tafadhol komentar ,biar kita saling berembug dan kagak saling maen bagel.
Komentar
Posting Komentar