Gara-Gara Corona
Lagi-lagi tahun 2020 dipenuhi kegegeran di atas muka bumi ini.Mulai berhembusnya isu Perang Dunia ke 3 akibat tewasnya Jenderal Qasem Soleimani oleh pesawat udara Amerika Serikat,hingga sekarang yang kita hadapi bersama yaitu wabah Virus Corona yang menjadi kenyataan.
Sejak virus ini nongol di Cina,November 2019 lalu,kontan seluruh dunia juga panik.Terlebih ketika kasus pertama di luar negara Cina seperti Italia diumumkan,dunia seakan bersiap sedia.
Lain halnya di negeri kita Indonesia.Ketika wabah ini santer di berbagai kabar berita,malah banyak celetukan-celetukan aneh,seperti "Orang Indonesia mah cukup pake Teh Manis Hangat,kalau sakit" sampai makan nasi Kucing pun dapat mencegah Corona.
Nah,bulan Maret 2020 kemarin menjadi pukulan telak bagi Indonesia.Kasus pertama diumumkan terjadi di Depok dan menjadi geger sejagat Nusantara.Kontan pemerintah gencar melaksanakan berbagai macam upaya,seperti menganjurkan masyarakat agar tetap dirumah hingga rajin mencuci tangan serta tidak lupa pakai masker dan berjemur.
Lain pemerintah,lain pula masyarakat.Sejak awal mula virus Corona merebak di tanah air,banyak yang kelabakan,mulai dari mborong vitamin sampai nimbun masker.Memang amazing sekali orang kita.Nah,karena semakin masifnya penyebaran wabah ini,terlebih setelah organisasi kesehatan dunia WHO menetapkan virus Corona sebagai Pandemi Dunia,kontan masukan demi pencegahan wabah tersebut bermunculan,salah satunya lockdown.
Namun,bukan lockdown yang menjadi opsi,melainkan PSBB alias Pembatasan Sosial Berskala Besar,yang bermakna bahwa kegiatan masyarakat sangat-sangat dibatasi dan memaksa masyarakat harus banyak beraktivitas dirumah dan hanya boleh keluar rumah jika penting atau bekerja di sektor-sektor vital sampai dilarang berkerumun.
Eh...tunggu dulu.kayaknya dampak PSBB ini lumayan banget,PHK dimana-mana sampai gak boleh pulang kampung dan di bulan Ramadhan yang sebentar lagi kelar ini,semua aktivtas ibadah berputar drastis.Sholat berjamaah sampai Tarawih sekalipun tidak seramai dulu,sampai di beberapa Masjid sholat Jumat ditiadakan,demi mencegah wabah ini menyebar.
Walaupun PSBB digalakkan dimana-dimana,eh tetap saja membandel.Bahkan pada acara penutupan salah satu gerai pertama makanan cepat saji tertua di tanah air,bukannya saling jaga jarak biar gak berkerumun,malah ngeriung kayak tawon.Bener-bener Naudzubillah Setan sekali mereka.

Lah coba itu...
Sejak virus ini nongol di Cina,November 2019 lalu,kontan seluruh dunia juga panik.Terlebih ketika kasus pertama di luar negara Cina seperti Italia diumumkan,dunia seakan bersiap sedia.
Lain halnya di negeri kita Indonesia.Ketika wabah ini santer di berbagai kabar berita,malah banyak celetukan-celetukan aneh,seperti "Orang Indonesia mah cukup pake Teh Manis Hangat,kalau sakit" sampai makan nasi Kucing pun dapat mencegah Corona.
Nah,bulan Maret 2020 kemarin menjadi pukulan telak bagi Indonesia.Kasus pertama diumumkan terjadi di Depok dan menjadi geger sejagat Nusantara.Kontan pemerintah gencar melaksanakan berbagai macam upaya,seperti menganjurkan masyarakat agar tetap dirumah hingga rajin mencuci tangan serta tidak lupa pakai masker dan berjemur.
Lain pemerintah,lain pula masyarakat.Sejak awal mula virus Corona merebak di tanah air,banyak yang kelabakan,mulai dari mborong vitamin sampai nimbun masker.Memang amazing sekali orang kita.Nah,karena semakin masifnya penyebaran wabah ini,terlebih setelah organisasi kesehatan dunia WHO menetapkan virus Corona sebagai Pandemi Dunia,kontan masukan demi pencegahan wabah tersebut bermunculan,salah satunya lockdown.
Namun,bukan lockdown yang menjadi opsi,melainkan PSBB alias Pembatasan Sosial Berskala Besar,yang bermakna bahwa kegiatan masyarakat sangat-sangat dibatasi dan memaksa masyarakat harus banyak beraktivitas dirumah dan hanya boleh keluar rumah jika penting atau bekerja di sektor-sektor vital sampai dilarang berkerumun.

Eh...tunggu dulu.kayaknya dampak PSBB ini lumayan banget,PHK dimana-mana sampai gak boleh pulang kampung dan di bulan Ramadhan yang sebentar lagi kelar ini,semua aktivtas ibadah berputar drastis.Sholat berjamaah sampai Tarawih sekalipun tidak seramai dulu,sampai di beberapa Masjid sholat Jumat ditiadakan,demi mencegah wabah ini menyebar.
Walaupun PSBB digalakkan dimana-dimana,eh tetap saja membandel.Bahkan pada acara penutupan salah satu gerai pertama makanan cepat saji tertua di tanah air,bukannya saling jaga jarak biar gak berkerumun,malah ngeriung kayak tawon.Bener-bener Naudzubillah Setan sekali mereka.

Lah coba itu...
Ya ditengah wabah yang semakin merisaukan,cobalah para pembaca dan kawan-kawan bertindak bijak menghadapi situasi ini dan kepada pemerintah,tolonglah perhatikan masyarakat kurang mampu yang juga mengalami dampak virus Corona ini,jangan menunggu masyarakat bertindak tetapi pemerintah malah entar-entaran.
Komentar
Posting Komentar