New Normal...Apa Lagi Tuh?

Epidemiolog Sebut Belum Ada Kota di Indonesia yang Siap Terapkan ...Hingga detik ini,wabah Corona alias Covid-19 belum menunjukan tanda-tanda bakal hilang.Meski demikian ada beberapa wilayah di Indonesia yang sudah mengalami penurunan kasus,walaupun ada juga daerah yang malah membludak kasusnya bahkan nol kasus.


Baiklah...pemerintah kita memutuskan untuk "berdampingan" dengan wabah Covid-19,meskipun semua rakyat Indonesia lebih suka baku hantam dengan Covid-19 ketimbang harus berdampingan.
Pemerintah merujuk kepada konsep badan kesehatan dunia WHO yang disebut sebagai New Normal.Alasannya sih demi memulihkan ekonomi masyarakat."Lha terus mengandung Relevansi gak?",celetuk bang Mandra yang lagi ngelamunin Munaroh.

Prinsip dari New Normal alias "Normal yang Baru" ialah seluruh kegiatan,berjalan seperti biasa,namun harus memerhatikan protokol kesehatan.Seperti keharusan memakai masker ketika bekerja atau berpergian,menjaga jarak di tempat umum,menjauhi kerumunan yang memiliki potensi penularan tinggi.Adapun catatan dari New Normal ini,kegiatan yang mengundang orang banyak kemungkinan dikurangi kapasitasnya atau bahkan ditiadakan.

Dengan berlakunya New Normal ini,beberapa wilayah di Indonesia ada yang sudah melonggarkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dengan cara membuka kembali beberapa tempat penting bagi masyarakat seperti pasar,tempat ibadah,sampai kantor,karena wilayahnya masuk zona hijau,alias sudah tidak ada kasus Covid-19 lagi.Kunci keberhasilan New Normal itu terletak pada kepatuhan masyarakat dan penanganan warga yang positif Covid-19 dan bisa menjadi indkator apakah jumlah kasus Covid-19 dapat ditekan atau malah nambah lagi.Tahu sendiri kan orang kita begimana....

Ya udah...dengan adanya New Normal,sebenarnya sebagian kegiatan kita udah kembali,namun gak seperti sebelum Covid-19,ibarat kata makan Sop Kambing,tapi lain isinya,bisa cuma daging aja tanpa jeroan atau cuma jeroan tanpa daging,bahkan hanya sayurnya aja tanpa daging serta jeroan sama sekali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mlaku-Mlaku di Singapura dan Malaysia (bagian 1)

Bertamu ke Museum POLRI

Mengambil Pelajaran dari Kasus Brigadir Josua