Ada Apa dengan Nussa ?

 


Beberapa waktu belakangan ini,ramai kembali sebuah kartun yang bernuansa Islami menjadi perbincangan,khususnya para warganet di media sosial.Ya,kartun Nussa kembali ramai di ranah media sosial,tapi bukan karena penampilan mereka di kanal YouTube ataupun penampilan mereka di layar TV,melainkan berhentinya penayangan kartun ini beserta sebab yang mengiringinya.

Meski sehari yang lalu,kartun Nussa meluncurkan trailer animasi untuk penayangan perdana Nussa di layar lebar bioskop tanah air,ada aja tudingan-tudingan miring terhadap kartun yang mulai nongol pada masa sebelum dan saat bulan Ramadhan 1441 H/2020 lalu.

Wabah Covid-19 yang hingga hari ini membekap dunia,menjadi alasan mengapa kartun ini berhenti.Kartun yang dirancang oleh Angga Dwimas Sasongko selaku sutradara pun terpaksa merumahkan 70% pegawainya.Yang nggak kalah parah,beliau pun mulai menghadapi tudingan miring atas animasi buatannya.

Seorang pegiat media sosial pro-pemerintah,(sengaja nggak saya sampaikan disini siapa orangnya,supaya para pembaca mau mikir) lewat akun twitternya berujar seperti ini,
"Mas @anggasasongko apa gak paham ya, kalau pilem Nusa ini yg bidani Felix Siaw ?. Liat aja bajunya si Nusa, emang anak muslim Indonesia bajunya model gurun pasir gitu ? Setau saya, dari dulu kita sarungan deh"

Lihat bagaimana dia bersikap,sungguh sangat memuakkan,bahkan lebih parah dari seorang (maaf) bajingan sekalipun.Apa korelasinya antara kadal gurun dengan busana muslim di Indonesia?Lalu salahkah orang Islam di Indonesia berbusana Gamis,sebagaimana Nussa? Bukankah banyak orang Islam di Indonesia justru banyak yang berpakaian diluar norma dan nilai yang tumbuh di negara kita?Entahlah...hanya dia lah yang mampu menjawab,kalau dia mau.

Dengan santai dan berwibawa,sang perancang Nussa ini pun membalas cuitan bodoh tersebut,
"Mas, pada proses kreatif dan produksi tidak ada keterlibatan pemuka agama. Cerita dan skenario film ini digarap Skriptura, divisi IP Development Visinema Group. Produksi animasinya oleh The Little Giantz dan distribusi dan promosinya oleh Visinema Pictures,"

"Yang saya gak paham cerita bahwa Felix Siauw ada di balik film Nussa itu dari mana? Produsernya isteri saya,Penulis skenarionya 2 penulis saya di Visinema,"

Jelasnya tudingan miring penuh fitnah ini,banyak yang mengecam,bahkan tak sedikit menganggap sang pegiat media sosial tersebut parno.Namun,ada saja yang mendukung tudingan sang pegiat media sosial tersebut.Berikut ini adalah sedikit kecaman warganet di Twitter atas tudingan bodoh tersebut,

"Ada orang parno gara-gara film Nussa Rara pakai pakaian sopan.... Bikin film juga lihat pasar kali bang... Dikatain propagandalah, tidak nasionalis, bau2 kadrun, kearab-araban dsb... Padahal ane waktu kecil juga lihat film Khrisna, kera sakti, amigoz, kartun barat.. Masalah ya?"@MuhDanu2

"Bilangnya bhineka, tp gak mau nrimo yg pake baju seperti yg ditampilkan Nussa-Rara... Meski itu boneka/kartun... Heran gue... Kita mau ber Bhineka tunggal ika atau berboneka tunggal ika (bersatu dibawah boneka) sih...??"@LinaTwin

Secara garis besar,tudingan miring ini sebenarnya cuma sekedar cari sensasi ditengah masa pandemi Covid-19 yang menyita semua orang di negeri ini.Maklumlah,kondisi ekonomi yang lesu tak berdaya,membuat segala cara dihalalkan,demi rupiah dikantongnya sendiri,tanpa lihat kanan kiri.

Intinya,kartun Nussa ibarat oase di tengah kekeringan.Ditengah miskinnya tontonan sehat,baik di TV maupun kanal YouTube,Nussa hadir sebagai penyejuk ditengah dahaga orang-orang yang haus akan tontonan berfaedah.

Kalau sekali lagi ada yang menanyakan Ada Apa dengan Nussa?,saya cukup menjawab,mereka tengah istirahat dan sedang mempersiapkan sesuatu yang lebih baik lagi.Selamat menantikan Nussa dalam bentuk film,dengan menyaksikan trailer ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mlaku-Mlaku di Singapura dan Malaysia (bagian 1)

Bertamu ke Museum POLRI

Mengambil Pelajaran dari Kasus Brigadir Josua