Benarkah Kita Krisis Adab?

Enam hari lalu,publik dikejutkan dengan tragedi kecelakaan yang menimpa publik figur,Vanessa Angel dan suaminya,Febrian Andriansyah,dimana keduanya berpulang ke Rahmatullah,meninggalkan seorang anak yang masih sangat membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya.

Kontan kematian keduanya yang terbilang mengenaskan menyita perhatian khalayak ramai hingga hari pemakaman keduanya.Ada yang memposting mengenai kenangan beliau semasa hidup hingga yang bikin saya agak mengangkat dahi ialah postingan mengenai kecelakaan mereka yang sampai memuat kondisi jenazah almarhum dan almarhumah.Belum kelar disitu,ada juga yang memposting perihal kontroversi yang bersangkutan.
Dalam tulisan ini,saya memang tidak menyinggung mengenai beliau-beliau yang sudah menghadap ilahi.Yang menjadi titik berat saya ialah bagaimana bisanya orang lain,ditengah kedukaan,mencoba mengorek aib orang yang sudah meninggal dengan bangganya kemudian diposting di media sosial,berdalih memberi pesan agar orang yang melihat postingan tersebut tidak berperilaku yang sama.

Sungguh konyol kalau ingin mengingatkan orang agar tidak berperilaku buruk,tapi yang menjadi contoh justru orang yang baru saja meninggal dunia.Dimanakah adab?Sungguh kita dihadapkan dengan krisis adab yang mungkin sudah kelewat parah.

Teringat sebuah hadits Rasulullah Shallallhu 'Alaihi Wassalam,bunyinya ialah,"Janganlah kalian mencela mayyit,karena mereka telah pergi untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah mereka perbuat".

Dari hadits tadi bisa kita simpulkan,bahwa seburuk apapun perilaku orang yang telah meninggal dunia,jangan sekali-kali mencelanya,karena sejatinya orang yang telah meninggal dunia ialah sedang menuai hasil dari perilakunya semasa hidup.

Belum kelar masalah ini,ada lagi konten kreator yang mencoba berkomunikasi dengan arwah almarhum-almarhumah di kawasan kecelakaan,yaitu Tol Nganjuk arah Surabaya.Ini pun lebih kurang ajar dibanding perilaku sebelumnya yang saya singgung.Kontan Majelis Ulama Indonesia pun bereaksi,bahwa yang dilakukan konten kreator tersebut adalah menyimpang dan tidak beradab.Walhasil,konten kreator tersebut pada akhirnya meminta maaf atas perilakunya yang tidak mengedepankan adab dan empati.

Dari dua perilaku yang telah saya singgung,bisa kita ambil kesimpulan,bahwa adab adalah suatu hal di zaman ini.Karena zaman sekarang,orang bukan melihat lagi kepada hal-hal yang bersifat batiniah,semua harus serba lahiriah.Oleh karena itu,yuk sama-sama belajar tentang adab kepada sesama manusia dan dimana saja kita menempatkan diri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mlaku-Mlaku di Singapura dan Malaysia (bagian 1)

Bertamu ke Museum POLRI

Mengambil Pelajaran dari Kasus Brigadir Josua