Dikala Bocah Citayam Menyerbu Sudirman


Belakangan nama daerah Citayam menjadi populer dan naik daun.Wilayah yang merupakan daerah perbatasan antara Kotamadya Depok dengan Kabupaten Bogor ini menjadi perbincangan publik belakangan ini.Bukan karena kemacetan dan kepadatan aktivitas di sekitaran Stasiun Citayam, tapi sejumlah remaja Citayam yang bergaya dan asyik  nongkrong di kawasan sekitar Sudirman,Jakarta Pusat, dengan pakaian mereka yang tentunya cukup modis dan menarik perhatian.Fenomena remaja Citayam yang menyerbu kawasan Sudirman dengan gaya mereka ini, tentunya memantik beberapa pihak untuk angkat suara.Ada yang mendukung mereka, dengan alasan bahwa mereka membudayakan kebiasaan penggunaan transportasi umum yaitu kereta api serta pemanfaatan ruang publik di wilayah Sudirman dan sekitarnya.

Selain dukungan terhadap mereka, ada juga lho yang menolak mereka.Alasannya cukup bikin mengangkat kening.Mereka yang datang dari kawasan pinggiran Jakarta dianggap hanya mengotori kawasan Sudirman yang terkenal sebagai kawasan perkantoran kelas atas.Bukan cuma itu, remaja Citayam yang nongkrong di Sudirman dianggap hanya membuang-buang waktu.

Sebenarnya, suara-suara dukungan dan penolakan terhadap mereka, seharusnya menjadi pelajaran bagi pemerintah daerah dimana mereka tinggal, untuk menyediakan ruang publik untuk berekspresi dan menampilkan jatidiri mereka.

Menteri Koordiantor Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, bapak Muhadjir Effendi sampai bersuara, meminta agar para remaja Citayam tetap menjaga ketertiban selama nongkrong dan semua pihak tak perlu menanggapi secara serius.Beliau malah menginginkan agar para remaja Citayam agar diberi ruang berekspresi.

Terbaru, pada hari Sabtu dan Minggu kemarin,16 dan 17 Juli 2022, kegiatan Citayam Fashion Week diselenggarakan di kawasan Dukuh Atas.Catwalknya pun bukanlah seperti para model profesional, tetapi memanfaatkan zebra cross alias area penyeberangan jalan.


Lenggak-lenggok Citayam Fashion Week

Melihat fenomena tersebut, semua pihak paling tidak harus bekerjasama dalam membina para remaja Citayam yang memang sedang eksis.Fenomena ini bukan hanya pekerjaan rumah bagi pemerintah DKI Jakarta sebagai empunya daerah Sudirman dan Dukuh Atas.

Pemerintah daerah Kotamadya Depok dan Kabupaten Bogor sebagai tempat asal mereka, memiliki porsi besar dalam membina potensi ekonomi kreatif ini.Menyediakan ruang publik yang memadai dan modern bagi mereka, menjadi catatan penting yang harus diperhitungkan dan direalisasikan.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mlaku-Mlaku di Singapura dan Malaysia (bagian 1)

Bertamu ke Museum POLRI

Mengambil Pelajaran dari Kasus Brigadir Josua