Oh Drama Asia.....
















Bukan senewen dengan tontonan tivi ya....tapi belakangan ini tayangan Drama Asia memang sering menyita perhatian,khususon kaum hawa(baik yang masih muda maupun yang sudah tua).
Drama Asia sebenarnya bukan barang baru di tivi Indonesia.Di era awal 2000an,semua orang sangat gandrung dengan berbagai macam jenis Drama Asia.Entah itu Mandarin,Jepang bahkan Korea,meski saat itu,pilem India masih melekat dihati para penonton.

Awal mula mbooming Drama Asia dirintis oleh keempat cowok ganteng asal Taiwan(ini nama negara,bukan singkatan T*I WAWAN) yang bergabung dalam F4 dengan Meteor Garden yang ceritanya Tao Ming Se ngejar San Chai melulu.Sampai-sampai semua aktor Asia(yang penting mukanya oriental gitu,asal bukan dari Zimbabwe) disamaratakan mukanya dengan Tao Ming Se pada masa itu.

Setelah masa-masa F4 lengser,mulailah masa-masa demam drama Korea dipertengahan tahun 2009,dengan kemunculan Boys Before Flower(yang ada Kim Bum nya).Hampir sama dengan abangnya di Taiwan yaitu F4,namun yang bikin beda adalah alur cerita yang dimainkannya.Si gadis yang diperankan oleh Goo Hye Sun,malah mengincar pujaan hatinya yang seorang anak konglomerat(entah apa itu,yang pasti kaya dan ganteng).Dari situlah demam K-POP melanda hingga sekarang.

Nah.....sekarang ini hampir semua kalangan sedang amat fokus dengan kehadiran drama TV asal negeri tetangga(meski jaraknya hanya lima petak dari pulau Sulawesi)yaitu Filipina.Judulnya agak njelimet bila dilafalkan,Pangako Sa'yo dan On The Wings of Love

Mungkin saya gak begitu ngerti sama alur ceritanya,tapi kenapa hampir semua orang suka sama acara TV yang satu ini?Gampang aja ya, karena pemeran utamanya yang ganteng-ganteng suweg dan cantik-cantik bohai.Ah sudahlah,gak usah ngeres.

Tapi secara pribadi,meski sebagian besar penikmat drama TV adalah kalangan ibu-ibu dan ABG gemes,tetap saja tidak bisa menggantikan drama India dan tayangan kontes ndangdut di TV sebelah
Tumbar mereh jaheeee.............icikiwirrrrr.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mlaku-Mlaku di Singapura dan Malaysia (bagian 1)

Bertamu ke Museum POLRI

Mengambil Pelajaran dari Kasus Brigadir Josua