Wahai POLRI,Tolonglah Mawas Diri

 


Pasca pelantikan bapak Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri baru menggantikan Jenderal (Pol.) Idham Aziz yang sudah memasuki masa purnabakti,institusi kepolisian kembali ditimpa sejumlah permasalahan yang datangnya berturut-turut dan bukanlah kasus receh.Ibarat nahkoda kapal yang berlayar di tengah lautan,bapak Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri baru yang menjadi nahkoda bagi POLRI nampaknya menghadapi ombak besar di tengah lautan yang justru datangnya bagai tak diundang dan tak diduga.

Pertama,kasus seorang oknum Kapolsek di daerah Bandung,Jawa Barat,yang terbukti berpesta narkoba.Bukan ia seorang,tapi bersama anak buahnya sekaligus.Ironisnya,ia sendiri semasa bertugas di kepolisian,sering melakukan penggerebekan narkoba,baik penangkapan bandar narkoba,pengedar,hingga menangkap para penggunanya dan secara prestasi,malah sangat berprestasi dibandingkan sesama anggota yang sepangkat dengannya.

Kedua,ada dua oknum anggota kepolisian di daerah Maluku yang memperjualbelikan senjata secara ilegal kepada kelompok separatis OPM di Papua.Ini lebih menyakitkan,dimana kawan-kawan seperjuangannnya menghadapi situasi antara hidup dan mati melawan kelompok separatis yang gak pake ampun akan membunuh siapapun,justru ia malah menggadaikan keselamatan kawan-kawannya dengan cara hina seperti itu.

Ketiga,seorang oknum anggota kepolisian berpangkat Bripka,melakukan penembakan membabi buta di dalam sebuah tempat hiburan malam di daerah Cengkareng,Jakarta Barat.Tentu bukan menembak seorang penjahat,begal,bandar narkoba,apalagi teroris,melainkan seorang pramusaji dan keamanan tempat itu serta seorang pengunjung.Persoalan terjadinya penembakan pun hanya karena oknum tersebut tak mau membayar tagihan minuman yang dipesannya dan diingatkan bahwa tempat itu akan tutup.

Benar-benar miris rasanya melihat ketiga kasus di atas.Ditengah harapan publik dengan dilantiknya bapak Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri baru untuk merubah citra Korps Bhayangkara menjadi lebih baik,justru badai masalah baru menerjang tanpa henti.

Ya...ini merupakan sebuah momen bagi POLRI untuk mawas diri dan banyak berinterospeksi diri.Terus terang saja,kritik masyarakat bagi institusi ini malah dianggap oleh sebagian kecil anggota POLRI sebagai penghinaan dan pencemaran nama baik institusi.Malah,diantara mereka mengeluarkan kata-kata ajaib seperti,"HANYA BERJIWA PENJAHAT YANG MEMUSUHI POLISI" dan "JANGAN MEMINTA BANTUAN POLISI,KALAU MASIH MENGHINA KAMI".

Yang terbesit di pikiran saya ketika mendengar kata-kata itu adalah,anda ini mau jadi polisi atau mau jadi anak Twitter yang dikit-dikit unggah twit nyeleneh,kalau ada masalah pribadi?

Rasanya memang perlu sebuah muhasabah akbar,kalau perlu istighosah besar-besaran bagi seluruh anggota POLRI dari Sabang sampai Merauke,kalau bisa sampai ada yang mewek-mewek menangisi kesalahannya kepada masyarakat.Kan seru kalau misalnya ada oknum dari satuan lalu lintas yang nangis bombay karena sering nguntit pungli di jalan.Atau ada oknum dari satuan pengendalian massa yang gebukin mahasiswa demo yang gak bersalah,terus mewek-mewek basah bayangin dirinya bakal digebuk malaikat di alam kubur kelak.

Akhir kata,bapak Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri baru haruslah bersikap tegas terhadap seluruh anggotanya yang menyeleweng,tanpa memandang apapun dan menyingkirkan rasa kesetikawanan korps (bahasa mereka sih Jiwa Korsa) dalam menegakkan hukum kepada anggotanya sendiri,agar kepercayaan masyarakat kepada POLRI kembali meningkat.

Mudah-mudahan,setelah saya nulis ini,gak ada tukang es doger seliweran malam-malam depan rumah sembari bawa HT .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mlaku-Mlaku di Singapura dan Malaysia (bagian 1)

Bertamu ke Museum POLRI

Mengambil Pelajaran dari Kasus Brigadir Josua