Jelajah Nusa Kambangan

Ya,jalan-jalan lagi,jalan-jalan lagi,itu yang mungkin akan dipikirkan melihat tulisan ini.Setelah sebelumnya study tour ke Singapura dan Malaysia,kali ini akan menuju ke.......Nusa Kambangan,Cilacap,Jawa Tengah.Sebuah tempat yang dikenal sebagai penjara terbesar,tertua,dan ter...ter...lainnya.Oke,langsung ke intinya saja ...


Perjalanan dimulai sekitar jam lima sore,pada hari Rabu 2 September.Perjalanan menuju kekota Cilacap ini menurut perhitungan saya akan memakan waktu 9 hingga 10 jam,dan itu memang benar.Sekita jam setengah dua malam saya tiba bersama rombongan di Bumiayu,Brebes,untuk rehat sejenak setelah sebelumnya menikmati makan malam di Rest Area Tol Cipali.Tiba di Cilacap sekitar jam 3 lewat 15 menit dan langusung menginap di hotel Tiga Intan dekat pelabuhan Intan Cilacap.

Keesokan harinya,para rombongan bersiap darapan dan sedikit berkemas untuk melakukan kunjungan yang menjadi acara utama yaitu ke Pulau Nusa Kambangan.Karena pulau ini memiliki standar keamanan sangat tinggi,maka semua alat komunikasi dititipkan panitia pelaksana study tour.Menuju pulau itu,menyebranglah dengan Kapal Feri Pengayoman I.Setiba disana,langsung naik bis menuju LP yang pertama kali dikunjungi yaitu LP Terbuka

Kesan saya melihat LP itu tidak kelihatan seperti LP yang dibayangan orang seperti tempat yang menyeramkan,malah terasa tenang dan terlihat seperti wisma untuk berwisata.Didalamnya ada berbagai kegiatan seperti berternak atau ngangon dan bertani alias nandur.Menurut penuturan salah satu penghuni,kegiatan tersebut memang sengaja diadakan untuk membentuk kemandirian setelah bebas dari LP

Adapun penuturan beliau selanjutnya,ternak yang ada kadang pernah menjadi santapan macan kumbang.Maklum saja,kawasan alam di Nusa Kambangan masih sangat perawan,selain itu banyak spesies hewan lainnya yang hidup disana seperti monyet,babi hutan hingga sapi dan kambing yang sengaja dilepas,agar dapat mencari makan dengan mudahnya

LP kedua yang dikunjungi adalah LP Kelas I Batu,disini para rombongan mendapat sedikit penyuluhan dan pemberian profil singkat mengenai lapas yang ada di Nusa Kambangan dan proses pendampingan terhadap terpidana mati yang akan dieksekusi.

Setelah ke LP Batu,langsung menuju ke LP Permisan,tapi beberapa rombongan sengaja dipecah,ada yang ke LP Besi dan masih di LP Batu.Saya memilih ke Permisan.LP Ini merupakan LP tertua diantara LP yang lain.LP ini dibangun sekitar tahun 1908,kalau dihitung,kurang lebih sudah 107 tahun usianya.Menurut pengakuan salah satu penghuni LP Permisan yang saya wawancarai,LP ini baru saja ambruk aulanya dan memakan korban,selain itu,LP Permisan hingga sekarang belum ada renovasi secara serius.

Setelah mengunjungi beberapa LP yang ada,tibalah bagi rombongan untuk melanjutkan perjalanan ke pantai Permisan.Pantai ini merupakan tempat pembaretan calon anggota Kopassus,nggak heran ada gapura Komando plus tugu pisau komando yang menancap di atas batu karang.Nah selepas dari pantai saya sedikit mengabadikan penampakan alam di Nusa Kambangan.Berikut gambarnya,silahkan dinikmati namun jangan digombalin yah....




Inilah gerbang masuk Nusa Kambangan,fotonya diambil pas mau balik lo

Nah,sehabis dari Nusa Kambangan inilah waktunya untuk menjelajahi pusat kota Cilacap bersama kawan sekamar yaitu Bang Ivan.Kami memutuskan untuk jalan kaki sekedar untuk menikmati suasana sore di kota Cilacap.Cukup ramai juga kota ini,plus seliweran motor dan mobil yang cukup kenceng jalannya.Maklum,jalan raya disini lebar banget dan panjang.Setidaknya kami melihat-melihat bangunan pertokoan dan sekolah yang amat mendominasi kota ini.



Suasana kota Cilacap


Waktu semakin senja dan merangakak malam,akhirnya saya ikut makan malam di hotel dan sebelum itu saya mencicipi kuliner malam Cilacap yang ternyata ......Sego Kucing alias Nasi Kucing.Bedanya nasi kucing di Cilacap jauh lebih sederhana sajiannya ketimbang yang ada di Jogjakarta sana plus tambahan Mendoan.Setelah santap malam itulah,saya memilih keluyuran malam.Namun,malam itu bukan waktunya saya.ya,malam itu Cilacap diguyur hujan gerimis.Jadinya saya batalkan kebiasaan saya yang satu ini ketika study tour ke luar kota dan memilih beristirahat,ketimbang ikut dangdutan di tempat makan malam.


Besok pagi,sebelum menuju perjalanan berikutnya,saya memutuskan untuk sedikit keluyuran di pagi hari untuk menyantap seporsi Lontong Opor khas Cilacap.Bedanya,ayamnya udah disuwir plus bumbu kacang yang enak banget dan rasanya cukup menggugah pagi.Sehabis makan Lontong Opor,tiba waktunya bagi saya bersih-bersih dan mengemas barang untuk pulang.Setelah itu,waktunya sarapan.

Nyarap Roti tambah Kopi plus Getuk.Perpaduan antara sarapan wong Londo dengan wong Pribumi


Bergaya di depan motor lawas

Setelah semua kegiatan itu selesai,tiba waktunya untuk menjelajahi gugusan kepulauan Nusa Kambangan dengan segala penampakan alamnya.Saya melihat beberapa spesies satwa laut seperti bangau dan ikan perahu juga rimbunnya hutan bakau.




Sebenernya,masih banyak cerita tentang kunjungan saya ini,tapi saya hanya ngasih intinya saja.Singkat kata perjalanan ke Nusa Kambangan ini berkesan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mlaku-Mlaku di Singapura dan Malaysia (bagian 1)

Bertamu ke Museum POLRI

Mengambil Pelajaran dari Kasus Brigadir Josua