Mari Berpikir Sejenak mengenai Malam Tahun Baru

Hari ini adalah hari terakhir dalam tahun 2015,ya beberapa jam lagi kita memasuki tahun 2016.Sebagian besar orang sudah berliburan bahkan rela bermacet-macetan di jalan.Nanti malam akan ada yang lebih menyita perhatian semua khalayak ramai,yaitu pesta malam pergantian tahun.Dalam tulisan ini saya nggak akan menjabarkan banyak mengenai pesta malam tahun baru,tetapi hanya sedikit menyentil hati.


Malam tahun baru,apa yang dinanti orang pada malam itu?Setidaknya pesta kembang api,konser musik dan berbagai macam hiburan lainnya.Namun,dibalik gemerlapnya malam tahun baru itu,tersempil keburukkan di dalamnya.Banyak di antara saudara-saudara kita malah menjadikan ajang ini untuk melupakan sejenak makna kehidupan bahkan memilih bermaksiat,seperti zina,mabuk-mabukan,dan lain sebagainya.Betapa ruginya mereka,disaat malam itu sebagian saudara-saudara kita tengah berintrospeksi diri atau muhassabah serta memohon agar diberikan kehidupan yang lebih baik oleh Allah,justru tenggelam dalam kenikmatan sesaat yang justru akan menghadirkan bala bencana,tidak hanya untuk mereka yang bermaksiat tapi juga untuk yang menjauhi maksiat.

Sebagai seorang manusia yang masih belajar menuju kebenaran,saya pernah mengalami itu.Dulu,ketika malam tahun baru 2015,saya jalan-jalan ke Monas ikut malam tahun baru.betapa tumpah ruahnya manusia disana.Sepulang dari sana,tiba-tiba ban motor yang saya kendarai bersama adik saya bocor di tengah jalan daerah Batusati.Otomatis saya dan adik saya menuntun motor itu hingga dapat tempat tambal ban di kawasan Kebon Jeruk.Peristiwa tersebut menyadarkan saya bahwa acara-acara seperti itu kurang bermanfaat untuk saya pribadi dan mungkin Allah sedang menegur saya.

Dari paparan sekilas yang saya jabarkan ini,saya harap pada malam tahun baru 2016 ini,kita tidak perlu hadir dalam perayaan-perayaan seperti itu.Karena pada hakikatnya setiap datang tahun yang baru,paling tidak nikmat kita sudah berkurang dari tahun ke tahun yang kita lewati.Saya nggak akan menyalahkan bahkan nggak akan menganggap yang merayakan tahun baru 2016 itu orang pendosa.Saya cukup kasihan aja,kenapa mereka masih terlena dengan keburukan yang dikemas dengan kebaikan.Cukup dengan berdoa,merenungi diri,dan mengadakan dzikir bersama,itu sudah lebih baik ketimbang ikut-ikut acara seperti itu.

Mudah-mudahan kita dijauhkan dari segala keburukan dan bala bencana......


Dari seorang manusia biasa yang ingin keberkahan
Muhamad Bayu Satrio


Jakarta 31 Desember 2015/19 Rabiul Awwal 1437



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mlaku-Mlaku di Singapura dan Malaysia (bagian 1)

Bertamu ke Museum POLRI

Mengambil Pelajaran dari Kasus Brigadir Josua