Mas Permadi Arya alias Abu Janda,Sini Deh Saya Kasih Tahu...


Masih berada di awal 2021,meski sudah masuk bulan Februari,publik kembali digemparkan dengan pernyataan seorang pegiat media sosial bernama Permadi Arya  atau yang biasa disapa Abu Janda yang menyatakan bahwa agama Islam adalah agama arogan dan mengharamkan tradisi asli Indonesia,di kanal Twitternya.


Nih ocehannya,silahkan anda nilai sendiri



Permadi Arya alias Abu Janda memang moncer sejak seorang militan kelompok ISIS asal Indonesia yang namanya sama,yaitu Abu Jandal membuat pernyataan menantang aparat.Kontan mas Permadi Arya pun membuat video parodi untuk mengejek si Abu Jandal,yang kemudian hari nama itu dijadikan nama panggung di media sosial untuk dirinya sendiri.

Makin tenar namanya,Abu Janda justru menjadi sebuah figur pro pemerintah dan siap membabat siapapun yang mengkritik pemerintah,entah dengan video-videonya di saluran YouTube nya ataupun ocehan di media sosial yang kadang memicu kemarahan warganet sendiri dengan segala tingkah polahnya.

Puncak dari segala kekesalan warganet dengan Abu Janda adalah ocehan di Twitternya mengenai agama Islam.Saya gak akan bahas substansi ocehannya,tapi pada kesempatan ini saya hanya ingin memberi sedikit wejangan pada mas Permadi Arya alias Abu Janda.

Mas Permadi Arya,saya tahu saudara adalah pegiat sosial media yang sangat militan dengan pemerintah dan Pak Joko Widodo itu sendiri,bahkan anda sendiri mengaku bahwa anda adalah seorang pengikut organisasi massa berbasis Islam terbesar di Indonesia,yaitu Nahdhatul Ulama

Sepengetahuan saya,seorang Nahdhiyin (sebutan bagi pengikut Nahdhatul Ulama) itu akhlaknya lurus dan punya pertimbangan pemikiran dalam berpendapat.Kok  mas Permadi Arya ini malah mirip orang sableng?Pernah tes IQ gak sih? Terus ngajinya sama siapa? Syeh Puji tah...

Mas Permadi Arya,mungkin hari ini adalah hari-hari kejatuhan anda,masuk podcast om Deddy Corbuzier bersama Gus Miftah mungkin sudah menjadi pembuktian bahwa saudara ini ngocehnya sudah kelewat batas.Kasarnya anda gak bisa ngolah kata,sebagaimana Gus Miftah bilang.

Akhirnya kini anda sudah berurusan dengan hukum.Meski pihak kepolisian kini masih mempelajari laporan mengenai tingkah polah anda,mudah-mudah anda bisa segera diadili dan sadar,ketimbang cuma diomelin Gus Miftah di podcast milik Deddy Corbuzier.

KAPOK MU KAPAN,KAPOK MU KAPAN,KAPOK MU KAPAN ?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mlaku-Mlaku di Singapura dan Malaysia (bagian 1)

Bertamu ke Museum POLRI

Mengambil Pelajaran dari Kasus Brigadir Josua