Warganet Indonesia Kasar? Beneran Gak Sih?



Sebuah riset yang disusun oleh Microsoft yang berjudul 2020 Digital Civility Index,menempatkan masyarakat Indonesia yang sering berlayar di dunia maya sebagai masyarakat paling kasar dan nggak sopan.Menjadi ironi bagi kita yang selama ini menganggap bahwa orang Indonesia itu punya sikap ramah tamah kepada siapa saja,namun ketika sudah masuk dunia maya bar-bar nya Na'udzubillah Min Dzalik.

Baiklah...kalau kita menarik benang merah,sebenarnya latar belakang Microsoft memberikan cap kepada warganet Indonesia sebagai warganet yang kasar dan nggak sopan adalah banyaknya komentar di kanal media sosial semisal Facebook,Twitter,hingga Instagram yang cenderung gak mikir.

Contohnya ketika kasus perselingkuhan seorang anggota grup musik religi,wah komentarnya itu loh,bikin orang jantungan,sampai-sampai menghina simbol agama tertentu.Kalau masuk kanal berita online,apalagi kalau sudah lihat komentar-komentar,haduh....benar-benar tanpa berpikir seribu kali,asal gobleg istilah Betawinya.

Itu belum seberapa,jika masuk di aplikasi Whatsapp,apalagi namanya grup keluarga,berita-berita gak jelas alias Hoax bertebaran bagai debu jalanan.Yang paling parah,yang menyebarkan justru kerabat dekat kita sendiri,seperti om,tante,uwak,sepupu atau bahkan (maaf) orang tua kita sendiri.Masya Allah...ketika diingatkan akan Hoax tersebut,sekalipun dengan penuh adab dan kesopanan,sewotnya ampun-ampunan,sampai bikin kita elus dada dan istighfar sebanyak-banyaknya.

Akibatnya,pak Ridwan Kamil,yang merupakan Gubernur Jawa Barat,memberikan sedikit wejangan,jadilah warga yang sopan santun di internet maupun di kehidupan nyata,jangan bersikap sebaliknya,garang di media sosial namun santun di dunia nyata.

Mudah-mudahan wejangan yang beliau sampaikan menjadi sedikit renungan,baik saya selaku penulis blog ini maupun para warganet serta para pembaca sekalian.

SOPANLAH DI DUNIA MAYA DAN DUNIA NYATA...


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mlaku-Mlaku di Singapura dan Malaysia (bagian 1)

Bertamu ke Museum POLRI

Mengambil Pelajaran dari Kasus Brigadir Josua