Catatan Mengenai Ujian Nasional

Berhubung besok bakal dilaksanakan UN alias Ujian Nasional untuk tingkat SMA dan Madrasah Aliyah dan yang sepangkat serta delapan hari lagi untuk tingkat SMP dan yang sepangkat.Nah,inilah yang dikatakan banyak orang sebagai sesuatu yang klimaks atau pamungkas dalam dunia pendidikan tingkat dasar dan menengah.Perjuangan selama tiga tahun menempuh pendidikan menengah ditentukan selama tiga hari yang menurut semua pelajar adalah hari penentuan
Okeh,sebeleum kita ke klimaksnya(halah,ngerti opo sampeyan tentang klimaks)kita flash back dulu.Tahun ini semua siswa siswi tingkat akhir di SMP dan SMA serta yang sepangkat dengannya ini berlomba lomba meraih nilai setinggi-tingginya agar bisa dapat SMA terbaik dan universitas terbaik(kebanyakan sih ngincer kampus negeri).Banyak diantara mereka menyiapkan diri dari awal masuk tingkat akhir bahkan waktu di kelas dua,salut.....ajiib.Persiapan tersebut dibarengi dengan mengikuti kegiatan bimbingan belajar,baik reguler maupun intensif,pendalaman materi di sekolah hingga mencari bocoran UN yang bajingan itu.

Mengenai persiapan-persiapan tersebut,pengalaman pribadi saya adalah ikut bimbingan belajar dari masuk kelas tiga SMA.Saya ikutin terus bimbingan itu ditambah dengan pendalaman di sekolah.Saking nggregetnya,guru saya kejar,buat minta soal UN tahun-tahun sebelumnya buat saya pelajari.Mendekati hari UN,makin intensif pula persiapannya.Yang paling ingat dalam alam pikiran saya yang abstrak ini adalah waktu pendalaman Bahasa Inggris,hanya ada dua orang,saya dan kawan saya.Lebih gila lagi,hampir semua anak-anak seangkatan saya berusaha kolek'an duit buat beli kunci jawaban UN yang menurut saya sangat bajingan dan hanya pecundang serta manusia-manusia berengsek yang mau melakukan(kesannya ngejugde banget,ya).

Saya sendiri sempat ditawari kunci jawaban UN yang konon harganya bisa mencapai diatas satu juta rupiah itu.Namun dengan lagak yang agak mirip preman,saya cuma bisa bilang"Mau cari mati lu?"Parahnya,ada beberapa guru yang memberikan cara menyontek kunci jawaban yang aman(haduuuhh,tobat deh pak,bu).Makin mendekati UN,saya tetap pada pendirian saya bahwa saya tidak mau menghancurkan perjuangan tiga tahun saya di SMA dengan perilaku se-goblok itu.Kalau mau nekat bin greget,lebih baik gak lulus atau lulus dengan hasil kecil lewat cara jujur daripada lulus dengan hasil besar tapi dengan cara-cara busuk seperti yang saya katakan barusan.

Seperti apa yang telah saya katakan tadi,memang hampir semua anak-anak seangkatan melakukan hal demikian,tapi tidak semua kok,mungkin ada yang sependapat dengan saya.Ya nilai itu cuma ada di kertas,masalah bisa atau tidak tergantung pada kemampuan serta usaha yang halal dan diridhoi Tuhan.

Pada akhirnya,semua kembali pada sebuah muara kesimpulan.Nilai memang penting,tapi jangan terlalu diincar.Incarlah ilmu yang ada dalam tiap pelajaran yang dipelajari,niscaya nilai baik akan menyertai

Saya ada sedikit pesan buat adik-adik yang akan menempuh ujian nasional
Jujur,kerja keras,serta do'a adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dari keberhasilan seseorang.Maka,kerjakanlah yang tiga itu,niscaya kesuksesan itu akan muncul dikemudian hari,meski tidak nampak seketika.Jangan kau kotori dengan cara-cara yang busuk,niscaya kebusukan itu akan muncul dikemudian hari,meski tidak nampak seketika.

BERANI JUJUR,HEBAT !!!






























































































































/./





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mlaku-Mlaku di Singapura dan Malaysia (bagian 1)

Bertamu ke Museum POLRI

Mengambil Pelajaran dari Kasus Brigadir Josua