Kenapa Doyan Gambus
Tulisan saya mungkin hari ini berbeda dengan yang sebelumnya,kali ini saya bakal ngebahas mengenai musik.Ya,musik disukai hampir semua orang dan jenisnya pun beragam,ada pop,rock,r&b,jazz,hiphop,hingga dangdut.Dangdut pun terbagi lagi,yaitu ada yang irama asli dangdut dan koplo(dangdut bernuansa Pantura).
Bagi saya pribadi,saya suka musik macam-macam,baik pop,rock,maupun dangdut,tapi entah kenapa saya lebih sering dengerin gambus.Yang jadi pertanyaan gambus itu apa?Ada yang bilang gambus itu jenis ikan(itu gabus,tong!),tapi ada yang bilang gambus itu jenis musik berirama Timur Tengah.Kalau yang disebut terakhir emang benar adanya.
Sejarah musik ini cukup panjang kalau saya terangkan dalam blog ini.Konon,musik ini tersebar seiring dengan masuknya agama Islam ke tanah nusantara.Ada yang bilang dari Hadramaut,Yaman,namun ada yang bilang dari Mesir.Tapi saya ora peduli dengan versi asal-usul tersebut.Musik ini diiringi dengan sebuah gitar yang bentuknya berbeda dengan gitar biasa.
Inilah penampakan gitar gambus itu,beda toh!
Selain gitar gambus,musik ini juga diiringi oleh berbagai instrumen,kayak rebana,dumbuk,keyboard,biola,suling,kendang ketipung,dan lain sebagainya.Seiring dengan majunya zaman,gambus kini juga dilengkapi dengan gitar listrik.Lagu yang dinyanyikan berisi syair-syair religi bahkan pergaulan,lebih-lebih ada lagu yanng isinya nasihat untuk jangan menjomblo terlalu lama,ini lagunya,Pantun Pengantin.
Okeh,itu tadi profil singkatnya gambus,sekarang kita to the point bae lah ya!Alasan saya doyan gambus ya iramanya itu loh,yang cukup rancak dan energik,meski terkadang agak pelan dan slow.Kadang kalau dengar gambus yang iramanya rancak banget,jadinya suka njoget-joget sendiri,jadi lebih bersemangat lah,heheheee.Singkat kata,gambus gak kalah sama dangdut koplo yang (maaf)sekarang ini lebih ngandelin njoget biduannya yang bikin iman harus kuat 1000 volt.
Meski gambus dinyanyikan dengan bahasa Arab,jujur saja gambus ini udah jadi bagian dari budaya Indonesia yang sekarang sedang gencar-gencarnya untuk dilestarikan,jadi jangan malu lestarikan budaya bangsa.Istilah betawinya begini"Kalo Bukan Kite Nyang Urusin,Siape Lagi?"
Wassalam,Mahjuuurrr
Komentar
Posting Komentar