Efek ISIS dan Dampaknya

Assalamu'alaikum buat semua pembaca setia Catatan Bang Sat.Dalam tulisan yang kurang senonoh ini saya hanya ingin menyampaikan keprihatinan saya pada isu ISIS yang sudah menggejala ke Indonesia.Memang ada sebagian masyarakat kita yang mendukung ISIS,tapi banyak yang menolak.Oke,kalau dilihat dari yang mendukung ISIS,mereka melihat bahwa Indonesia bukan tempatnya untuk menerapkan syariat Islam,karena Indonesia terdiri dari beberapa komponen suku,agama,dan lain-lain.Sedangkan bagi yang menolak,mereka menganggap bahwa tindakan ISIS jauh dari ajaran Islam yang dibawa Rasulullah Muhammad SAW,lewat para ulama.

Jujur aja,ngelongok dari berbagai berita tentang ISIS,betul-betul sedikit membuat jidat saya yang rada geradakan ini agak sedikit mengkerut.Gimana nggak,masa menghukum orang sesama Islam yang gak sepaham seenak'e ndewe dan yang parah beberapa masjid dan makam para Nabi serta sahabat Rasulullah Muhammad SAW dihancurkan sehancur-hancurnya,dengan dalih musyrik dan menegakan syariat Islam dan tentunya khilafah yang jadi cita-cita mereka.

Wajar saja ada kekhawatiran yang mungkin agak lebay bin parno,tapi saya memahami kekhawatiran itu kok,hehehee.Nah kekhawatiran yang lebay tadi itulah yang membuat pemerintah sekarang ini berusaha membendung laju ISIS itu.Apa yang saya lihat dari upaya pemerintah,jujur saja,itu sudah baik,tapi malah menjadi satu gejala Islamophobia,dimana orang yang berpakaian Islami,katakanlah yang berhijab panjang,yang pake baju koko plus celana sirwal(yang panjangnya diatas mata kaki,laki-laki yang ada jenggotnya dicap sebagai pendukung ISIS bahkan lebih ekstrim lagi teroris(duh...istighfar dah).

Bukan mau ke Suriah atau jadi ISIS kok,ini lagi mau ke Bromo
 
Belum sampai disitu,beberapa waktu yang lalu,kurang lebih dua puluh dua situs media islam online kena mblokir ora jelas dari pemerintah dengan alasan menebar radikalisme.Jujur,dari daftar situs yang diblokir itu,ada beberapa yang njelas-njelas nolak ISIS,tapi tetep aja kena getahnya juga.Ada lagi sebuah kabar di internet ada seorang perempuan berhijab yang lagi mbaca Qur'an sambil nunggu kereta di stasiun didatengin polisi,karena dituduh ikut pengajian yang berbau radikal.Ya Allah....sampai segininya loh.Dari beberapa efek yang tadi telah dijelaskan bahkan kejadian ini sebetulnya adalah Islamophobia remang-remang.Kenapa saya bilang remang-remang?Karena hal itu ada,tapi tidak begitu nampak wujudnya,kesannya agak kamuflase lah ya.

Akhirnya,semua yang dijabarkan tadi kita bisa ambil suatu kesimpulan,bahwa menyebarkan suatu kebaikan jangan dengan kezholiman.Artinya,jangan sampai kebaikan yang disampaikan itu menyakiti perasaan dan nurani orang lain
Okeh,saya pribadi cuma bisa memberi sedikit selentingan di blog yang terlalu ndeso ini.Mudah-mudahan saja efek dari ISIS ini bisa disikapi dengan arif dan bijaksana tanpa harus mengorbankan kebebasan beragama di negara kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mlaku-Mlaku di Singapura dan Malaysia (bagian 1)

Bertamu ke Museum POLRI

Mengambil Pelajaran dari Kasus Brigadir Josua