Ziarah Wali Allah
Okeh,saya bakal cerita dikit tentang perjalanan ziarah saya ke sebuah makam Wali Allah yang sudah dikenal luas di Jakarta,bahkan Nusantara,yaitu Masjid Luar Batang,Jakarta Utara,lebih tepatnya di daerah Penjaringan.Jalan kesana agak muter-muter,maklum baru pertama kali kesana.Saya berangkat bersama kawan saya,Adi,sore hari sehabis ziarah ke makam Habib Ali Kwitang.
Habib Ali Kwitang atau Habib Ali Bin Abdurrahman Alhabsyi ini wafat pada usia hampir seratus tahun,beliau dimakamkan tahun 1968.Sekarang disamping makam beliau terdapat makam putranya Habib Muhammad yang wafat pada tahun 1993 ,serta menantu beliau Syarifah Ni'mah binti Zein bin Ahmad bin Shahab yang wafat pada tahun 1996.
Habib Ali Kwitang atau Habib Ali Bin Abdurrahman Alhabsyi ini wafat pada usia hampir seratus tahun,beliau dimakamkan tahun 1968.Sekarang disamping makam beliau terdapat makam putranya Habib Muhammad yang wafat pada tahun 1993 ,serta menantu beliau Syarifah Ni'mah binti Zein bin Ahmad bin Shahab yang wafat pada tahun 1996.
Inilah makam Habib Ali Kwitang,beserta putranya,Habib Muhammad
Yang sebelah kiri itu makam menantu Habib Ali Kwitang.
Peringatan buat para peziarah,agar tidak salah dalam ziarah.
Foto-foto diatas sebenernya diambil pada ziarah pertama saya di tempat itu.Waktu ziarah bareng Adi,saya gak ambil foto.Baik,to the point lagi ya,perjalanan ziarah saya ke Luar Batang ini boleh dibilang agak seru tapi lumayan panjang.Gimana nggak,hujan gerimis pun dilewati bareng,jalan banjir dilalui dengan sedikit kegregetan,sampai nanya ke tukang parkir.Setelah lama menyusuri,akhirnya sampai juga di tempat yang dituju.
Ini dia penampakan dalam Masjid Luar Batang
Gerbang masuk masjid
Penampakan luar masjid
Sebenernya niat saya dan Adi pengen ziarah ke makam yang ada disitu,tapi berhubung sudah Maghrib,kami sholat dulu.Habis sholat,kami langsung ziarah ke makam.Makam yang saya ziarahi adalah makam dari Habib Husein bin Abubakar Alaydrus,ada juga makam murid beliau,yaitu Haji Abdul Kadir.Konon kabarnya,murid beliau ini masih memiliki darah Tionghoa.
Inilah makam Habib Husein bin Abubakar Alaydrus yang saya ziarahi,cukup megah
Makam Haji Abdul Kadir di sebelah kiri makam Habib Husein bin Abubakar Alaydrus
Sejarah masjid ini diawali dari kedatangan Habib Husein bin Abubakar Alaydrus ke tanah Jakarta untuk berdakwah.Beliau mendirikan sebuah masjid di kawasan Penjaringan ini.Nah,kenapa masjid ini dinamakan Masjid Luar Batang?Konon,ketika beliau wafat,pihak Belanda yang waktu itu masih ngejajah bangsa kita ingin memakamkan beliau di Tanah Abang.Tetapi,jasad beliau tidak ada di dalam kurung batang(tempat ngusung jenazah),malah jenazah beliau masih ada di Penjaringan.Pada akhirnya beliau dimakamkan di Penjaringan,dekat masjid yang beliau bangun bersama para warga.
Gimana,udah kayak santri belum?Hehehehhh
Nah,dari sedikit cerita saya tentang perjalanan ziarah Wali Allah ini saya bisa simpulkan bahwa ziarah ini tujuannya adalah meningat bahwa mati bisa saja datang kapanpun sekaligus meneladani perjuangan dakwah beliau-beliau semasa hidup.Bacakan aja Al-Fatihah atau Yasin buat mereka,jangan minta sama mereka yang sudah wafat,takutnya musyrik.Jadi,ziarah yang bener ya!!









Komentar
Posting Komentar