Menanggapi Perbedaan Pendapat Tentang Perayaan Maulid Nabi di Tengah Masyarakat
Berhubung sudah mau masuk bulan Rabiul Awal,sudah barang tentu di beberapa daerah bersiap merayakan Maulid Nabi.Ya,perayaan yang satu ini memang bukan hari raya,tapi menurut hemat saya sebagai syi'ar agama aja.Dalam tulisan saya ini,saya nggak akan menuliskan tentang boleh tidaknya merayakan Maulid Nabi(karena emang bukan kapasitas saya ngomong gituan) dan nggak akan menuliskan asal mula Maulid Nabi ini dirayakan.Saya cuma ngebahas tentang perdebatan yang terjadi antara sesama umat Islam mengenai perayaan Maulid Nabi.Jadi tolong jangan ditanggapi secara serius,ini cuma sekadar catatan.
Perbedaan pendapat memang selalu mewarnai kehidupan manusia di berbagai lini,tak terkecuali dalam masalah agama.Para ulama dan orang-orang sholeh dari dulu juga memiliki perbedaan pendapat mengenai persoalan ibadah dan di luar ibadah bahkan hingga sekarang.Bedanya,perbedaan itu malah menjadikan beliau-beliau ini saling mengisi dan saling dukung-mendukung,bukannya saling menghujat,mencaci,mengkafirkan,menuduh sesat,dan segala tetek bengek lainnya.
Kalau mau dikaitkan dengan perbedaan pendapat merayakan Maulid Nabi yang lagi panas-panas-dingin sekarang,nampaknya masyarakat sedang terbagi dua kubu.Kubu pertama yaitu yang berpendapat bahwa Maulid Nabi itu perlu dirayakan,karena sebagai bukti kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dan untuk kembali merefresh keimanan dengan mendengar riwayat beliau yang dibacakan dalam bentuk rawi.Kubu kedua yaitu yang menyatakan bahwa Maulid Nabi tak perlu dirayakan karena tidak ada contoh dari Nabi Muhammad SAW itu sendiri.Nah di kubu kedua inilah juga terjadi perbedaan pendapat pula,ada yang tidak mengkafirkan bahkan cenderung moderat dan ada yang ekstrim sampai mengatakan yang merayakan Maulid Nabi itu sesat,kafir,dan lain-lainnya deh.
Yah,kesimpulan saya mengenai perbedaan ini adalah silahkan berpegang teguh kepada pendapat masing-masing,jangan saling menghujat,menuduh sesat atau kafir,serta mencaci,karena tuduhan itu akan berbalik kepada orang yang menuduh itu sendiri.(Ini saya ambil dari ceramahnya KH Syarif Rahmat),dan yang paling utama adalah tetap melaksanakan sunnah Nabi Muhammad SAW serta kewajiban beragama yang udah disyari'atkan.PAHAM KAN.....?

Komentar
Posting Komentar