Dikala Artis Punya Klub Sepakbola

 


Kemarin,30 Januari 2022,sebuah tonggak baru dicetak oleh klub asal kota penyangga Jakarta,yaitu kota Tangerang.Tim dengan julukan Bayi Ajaib,yaitu Persikota,secara resmi dipegang oleh Prilly Latuconsina yang notabene merupakan seorang artis sinetron serta pemain film.Latar belakang kepemilikan Prilly atas klub yang bermarkas di Stadion Benteng itu ialah kota Tangerang merupakan tempat lahir dari Prilly serta keinginan Prilly untuk kembali mengangkat nama besar Persikota seperti era 90an hingga 2000an.

Hadirnya Prilly sebagai pemilik klub sepakbola di tanah air,menambah daftar para artis yang menjadi pemilik klub sepakbola,semisal Raffi Ahmad dengan RANS Cilegon FC (dulunya Cilegon United) yang dibawanya promosi dari Liga 2 ke Liga 1 musim depan dan Atta Halilintar dengan AHHA PS Pati yang harus bertahan di Liga 2.

Jika kita cermati bersama,semua orang pecinta sepakbola Indonesia tahu nama besar Persikota yang melahirkan pemain dan pelatih top serta prestasi mentereng.Sebut saja nama Aliyudin,Jendry Pitoy,hingga Rahmad Darmawan dan Sutan Harhara.

Dengan latar belakang sejarah serta prestasi yang ada,patut menjadi perhatian bagi Prilly untuk membawa kembali Persikota ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia.Mengingat status Persikota yang sekarang berada di Liga 3 dengan posisi juara zona provinsi Banten,nampaknya Prilly selaku pemilik klub harus bekerja keras ekstra jika ingin prestasi lebih,seperti halnya Raffi Ahmad dengan RANS FC Cilegon,yang dibawa ke Liga 1 musim depan.

Selain harus bekerja ekstra keras dan mengeluarkan biaya lebih untuk klub,Prilly nampaknya juga harus memikirkan rivalitas dengan klub tetangga yaitu Persita yang sudah berada di level Liga 1.Kita tahu bersama bahwa dulu,ketika Persikota dan Persita masih satu kandang di stadion Benteng,rivalitas keduanya sangat sengit hingga menimbulkan cerita kurang enak.

Akibat dari cerita kurang enak itu,akhirnya dikeluarkanlah fatwa Majelis Ulama Indonesia kota Tangerang tentang haramnya pertandingan sepakbola di wilayah Tangerang dikarenakan rivalitas yang berujung anarkis dan menimbulkan korban masyarakat.

Kini kondisi sudah berbeda.Persita sudah punya stadion di wilayahnya sendiri yaitu Kabupaten Tangerang.Sedangkan Persikota sudah menjadi penghuni tetap stadion Benteng,setelah Pemerintah Kota Tangerang mengambil alih stadion itu dan merombaknya dengan baik serta tentu saja,perihal fatwa Majelis Ulama Indonesia kota Tangerang yang sudah diklarifikasi bahwa tidak ada fatwa haram pertandingan sepakbola di wilayah kota Tangerang.

Majelis Ulama Indonesia kota Tangerang hanyalah mengeluarkan imbauan agar pertadingan sepakbola di kota Tangerang jangan sampai anarkis hingga timbul korban.Fakta baru mengenai fatwa ini ialah fatwa Majelis Ulama Indonesia Kota Tangerang yang dikeluarkan tahun 2012 sudah dicabut sejak 2018 yang dibuktikan melalui surat klarifikasi MUI no. C.218/XI-05/SR/X/2019.

Kita tunggu saja kiprah dari Prilly Latuconsina untuk mengangkat nama Persikota kembali ke level tinggi sepakbola Indonesia dan tentu saja agar dapat bersua dengan saudara tua yaitu Persita di Liga 1 nantinya.Semoga saja dengan kehadiran Prilly Latuconsina bisa menjadi juru damai bagi masing-masing pendukung klub.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mlaku-Mlaku di Singapura dan Malaysia (bagian 1)

Bertamu ke Museum POLRI

Mengambil Pelajaran dari Kasus Brigadir Josua