Surat Untuk Bapak-Bapak Petinggi Negara Yang Funky
Assalamu'alaikum,salam sejahtera,semoga kompak selalu dalam membangun negara.Oke,perkenalkan,saya Muhamad Bayu Satrio,seorang mahasiswa yang berusia 18 tahun.Usia yang sedang lucu-lucunya atau sedang mengalami masa manis asem perjalanan hidup,saya menulis blog ini sebenernya mungkin atas dasar kenelongsoan negeri ini.Gimana nggak?Belum selesai masalah kisruh di ranah hukum dan politik yang makin kalut,muncul lagi persoalan yang seakan jadi pengalihan isyu,yaitu masalah ISIS yang sedang mengkal-mengkalnya di permukaan negeri ini.
Oke deh,pak.Saya paham bahwa ISIS emang gak sesuai dengan ajaran Islam yang mayoritas dianut masyarakat Indonesia.Tapi,mbok ya bapak-bapak petinggi negara yang funky ini jangan menjadikan isyu ISIS ini sebagai alat untuk menjudge bahwa gerakan dakwah Islam itu adalah bibit radikalisme.Jujur saja,saya selama hampir 4 tahun lamanya berkecimpung di kerohanian dakwah Islam,baik di SMA maupun di kampus tempat saya kuliah sekarang ini,demi Allah gak pernah diajarin untuk mbunuh orang seenak'e ndewe,selain itu saya diajarkan gimana hidup bertoleransi yang baik dan benar serta berkontribusi untuk membangun Indonesia.Sumpah pak,saya kagak bohong.
Kalau diperhatikan sekarang ini,yang jadi korban radikalisme ini bukan saja gerakan dakwah Islam aja,tapi beberapa media Islam online yang masih bener juga kena,yaitu diblokir tanpa sabab-musababnya.Dalilinya apa toh mblokir-mblokir gitu?Cuma karena alasan anti radikal?Oke saya pahami,bapak-bapak ini mau bangsa kita selamat dunia akhirat,tapi ya jangan segitunya,nanti malah islamophobia toh,pak.Inget,apa yang dilakukan oleh bapak-bapak yang gaul ini akan diminta tanggung jawab sama Allah nanti,gara-gara kebijakan bapak,orang jadi takut untuk beragama Islam.
Ya,saya hanya bisa berdo'a,mudah-mudahan kebijakan bapak-bapak yang gaul,funky dan macho ini bisa dikaji lagi dan jangan sampai membuat umat Islam khususnya menjadi terpecah mbelah kayak semangka.Semoga Allah merahmati dan mengampuni dosa saya dan bapak-bapak sekalian.
Aaamiiin
Dari seorang mahasiswa yang imut
Muhamad Bayu Satrio
Jakarta Barat,1 April 2015,12 Jumadil Tsani 1436
Oke deh,pak.Saya paham bahwa ISIS emang gak sesuai dengan ajaran Islam yang mayoritas dianut masyarakat Indonesia.Tapi,mbok ya bapak-bapak petinggi negara yang funky ini jangan menjadikan isyu ISIS ini sebagai alat untuk menjudge bahwa gerakan dakwah Islam itu adalah bibit radikalisme.Jujur saja,saya selama hampir 4 tahun lamanya berkecimpung di kerohanian dakwah Islam,baik di SMA maupun di kampus tempat saya kuliah sekarang ini,demi Allah gak pernah diajarin untuk mbunuh orang seenak'e ndewe,selain itu saya diajarkan gimana hidup bertoleransi yang baik dan benar serta berkontribusi untuk membangun Indonesia.Sumpah pak,saya kagak bohong.
Kalau diperhatikan sekarang ini,yang jadi korban radikalisme ini bukan saja gerakan dakwah Islam aja,tapi beberapa media Islam online yang masih bener juga kena,yaitu diblokir tanpa sabab-musababnya.Dalilinya apa toh mblokir-mblokir gitu?Cuma karena alasan anti radikal?Oke saya pahami,bapak-bapak ini mau bangsa kita selamat dunia akhirat,tapi ya jangan segitunya,nanti malah islamophobia toh,pak.Inget,apa yang dilakukan oleh bapak-bapak yang gaul ini akan diminta tanggung jawab sama Allah nanti,gara-gara kebijakan bapak,orang jadi takut untuk beragama Islam.
Ya,saya hanya bisa berdo'a,mudah-mudahan kebijakan bapak-bapak yang gaul,funky dan macho ini bisa dikaji lagi dan jangan sampai membuat umat Islam khususnya menjadi terpecah mbelah kayak semangka.Semoga Allah merahmati dan mengampuni dosa saya dan bapak-bapak sekalian.
Aaamiiin
Dari seorang mahasiswa yang imut
Muhamad Bayu Satrio
Jakarta Barat,1 April 2015,12 Jumadil Tsani 1436
Komentar
Posting Komentar